selalu.id - Bagi penggemar burung atau kicau mania yang sering mengikuti lomba pasti sudah tidak asing lagi dengan nama BOB Sf. Owner BOB SF Team, yang bernama Bob Fonda Mahaputra, kali ini mendirikan Sekolah Mastering khusus murai Batu bersama Gunawan Arisdianto biasa disapa Aris dengan nama 'Serdadu Murai Mastering School'.
Namun tidak semua jenis burung bisa menjadi murid di sekolah ini, hanya khusus burung murai batu saja yang bisa masuk disekolah ini. Di rumah pria yang akrab disapa Bob ini, Serdadu Murai Mastering School, terdapat puluhan murai batu dalam sangkar berjajar rapi dibelakang rumahnya.
Bertempat di Griya Permata Gedangan N2/25 Sidoarjo ini, puluhan burung murai yang notabenenya adalah siswa dari Serdadu Murai Mastering School ini, berjajar rapi di tiap-tiap ruangannya. Namun, dalam perawatan kesehariannya, Bob mengatakan sehabis mandi di karamba, burung-burung tersebut dijemur dibawah sinar matahari pagi.
"Kalau untuk makanan utamanya berupa foor dan ekstra fooding food seperti jangkrik, kroto dan ulat hongkong untuk memenuhi kebutuhan protein lainnya," jelas Bob saat ditemui selalu.id, Kamis (14/12/2023).
Bob mengatakan, awal mulanya mendirikan sekolah burung murai berdasarkan hoby dari kecil. Untuk melatih burung-burung tersebut, dimulai dari usia 2 bulan (trotol) dari melatih pola makan, pola mandi dan pengisian master atau pengisian materi. Akan tetapi, burung tersebut dinyatakan lulus dan dikembalikan ke pemiliknya ketika sudah menjalani masa sekolah selama 6 hingga 7 bulan, terhitung pertama masuk sekolah tersebut.
"Saya memilih yang sudah berumur 2 bulan karena sudah bisa makan sendiri, selain itu ketahanan tubuh juga sudah bagus," ungkap Pria 39 tahun ini.
Bob menjelaskan, untuk biaya sekolah burung murai batu ini, ia bandrol dengan biaya sebesar Rp 450 ribu perbulannya. Sementara, terkait dengan perawatan, rutinitas keseharian itu dimulai setiap jam 5.30 pagi hari dan akan berakhir merawat burung pada jam 11 siang.
Sementara, Aris selaku Kepala Sekolah Serdadu Murai Mastering School juga mengatakan, untuk pemasteran, ia memilih untuk mengutamakan burung asli dikarenakan kalau memakai burung asli, suaranya lebih jernih dan hasilnya sangat maksimal.
Tak hanya itu saja, untuk pengisian materi, lanjut Aris mengungkapkan, atau masteran sampai burung tersebut besar berumur 7 bulan terus tetap dimasteri, kokeksi burung masteran yang dimiliki Serdadu Murai Mastering School ini ada sekitar 20 ekor burung berbagai jenis.
"Setelah menjalani pendidikan selama 7 bulan hingga 8 bulan, burung tersebut dinyatakan lulus dan akan dikembalikan kepada pemiliknya. Dan untuk saat ini ditempat kami ada 40 ekor siswa (burung) dari berbagai macam daerah yang sekolah disini," pungkasnya.
Namun, disisi lain Aris menyebut, ada kendala tersendiri bagi Murai yang sudah lepas trotol (Remaja menuju Dewasa) dalam hal pembentukan karakter dan mental petarungnya, khususnya pada emosi dan birahi si burung tersebut.
"Jadi, disini itu ada dua ruang kelas indoor diantaranya, kelas trotol sama ruang kelas mabung (ganti bulu dari muda ke dewasa)," vetus Kepala Sekolah Serdadu Murai Mastering School ini.
Pemberian nutrisi di Sekolah Murai ini satu-satunya yang berbeda dari sekolah-sekolah muari lainnya, dimana ada APEM (Amunisi Pertumbuhan Efisiensi Muraibatu) plus Jangkrik sebagai makanan keseharian para anak didik di Serdadu Murai Mastering School.
Sekadar informasi, siswa paling jauh yang sekolah disini adalah siswa dari Timor Leste dan Taiwan yang notabenenya merupakan negara luar Indonesia. Adapun beberapa jebolan Serdadu Murai Mastering School ini yang setelah lulus dari sekolah tersebut, pemilik dari burung yang sekolah di Serdadu Murai Mastering School ini mendapat tawaran dengan harga yang fantastis mulai dari Rp 25 juta sampai Rp 35 juta per satu ekornya.
"Ada juga kelas rekondisi pada burung dewasa, cuma saya hanya membuka kelas privat hanya membatasi tidak lebih dari lima burung saja dengan SPP agak mahal dikit dibanding siswa muda," pungkasnya.
Editor : Ading