selalu.id - Ketua Komisi D DPRD Surabaya Khusnul Khotimah mendesak pembangunan Rumah Sakit Gunung Anyar Surabaya Timur milik Pemerintah Kota segera dilakukan.
Khusnul mengatakan bahwa Rumah Sakit milik Pemkot itu sudah ditunggu-tunggu karena selama ini masyarakat Surabaya Timur harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
Terlebih lagi, pemenang tender RS Surabaya Timur sudah ditentukan yakni PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk atau PT. PP yang diumumkan melalui laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Pemerintah Surabaya pada 24 Agustus 2023 lalu. Untuk itu, Khusnul pun meminta PP segera memulai pembangunan.
“Kami minta pembangunan RS di Surabaya Timur segera dilakukan. Tahun ini sudah dianggarkan sebesar Rp204 miliar, dan pemenang tender proyek juga sudah ditentukan," kata Khusnul, kepada selalu.id, Rabu (20/9/2023).
Khusnul menjelaskan RS Surabaya Timur merupakan proyek multiyears antara 2023 hingga 2024 dengan anggaran mencapai Rp503 miliar.
PT PP yang sebagai pemenang tender tersebut telah menawarkan final proyeknya sebesar Rp494.603.098.000.
"Pada 2023 ini, telah dianggarkan sebesar Rp204.535.550.100 dan telah terserap Rp848 juta untuk manajemen konstruksi. Kemudian sisanya akan dikucurkan pada tahun depan," jelasnya.
Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya ini menerangkan bahwa anggaran sebanyak itu seharusnya bisa melakukan pembangunan pada pada akhir 2023 ini.
"Bangunan lantai satu dan dua RS di Surabaya Timur setidaknya rampung. Termasuk sarana prasarana yang ada di dalamnya," ujarnya.
Ia juga rumah sakit umum daerah (RSUD) modern type C yang bisa dikembangkan menjadi type B ini, dapat mulai dimanfaatkan oleh masyarakat pada awal 2024 sembari proyek tersebut dituntaskan.
"Tahun ini harus sudah ada progres. Mungkin lantai satu atau lantai dua dan sebagainya. Kami minta report perkembangan RS di Surabaya Timur ini dilaporkan secara berkala kepada Komisi D," tegasnya.
Lebih lanjut Khusnul juga mengimbau, agar dinas terkait yang mengawal proyek ini benar-benar menaruh perhatian serius. Menurutnya, keberadaan RS di Surabaya Timur sangat dinantikan masyarakat Kota Pahlawan, terutama di wilayah Gunung Anyar, Rungkut, dan sekitarnya.
Tak hanya itu, Khusnul juga mengingatkan jangan sampai RS di Surabaya Timur belum rampung tatkala berakhirnya masa jabatan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
"Sebelum jabatan Pak Wali Kota habis, seharusnya bisa meletakkan batu pertama mulai pembanungan RS Surabaya Timur itu," terangnya.
Dengan ini, ia menambahkan bahwa RS Surabaya Timur itu akan fokus pada pelayanan ibu dan anak. Sehingga, diharapkan mampu meningkatkan angka kesehatan masyarakat.
"Ini dapat dijadikan sebagai penopang rencana strategis Kemenkes dalam upaya peningkatan mutu kesehatan masyarakat," pungkasnya.
Baca juga: Pengadaan iPad Rp900 Juta DPRD Surabaya Diduga Tanpa Tender, AMI: Potensi Korupsi Negara
Editor : Ading