IPM Surabaya Tertinggi se-Jatim, Wali Kota Eri: Harus Lebih Baik Lagi

Reporter : Ade Resty
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

selalu.id - Surabaya tercatat sebagai daerah tertinggi dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM) se Jawa Timur 2022. Hal ini tercatat dalam data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur yang dirilis pada 15 November 2022.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, meski tertinggi, masih banyak persoalan di Surabaya yang harus segera diselesaikan.

Baca juga: 626 Petugas Haji Surabaya Siap Layani 42 Ribu Jemaah di Jatim

"Jadi sebenarnya IPM adalah penilaian. Tapi buat saya, sebenarnya masih jauh dan kita harus memperbaiki lebih baik lagi. Karena IPM juga dilihat dari lamanya satu orang ini menempuh jalur pendidikan," kata Wali Kota Eri Cahyadi, Senin (21/11/2022).

Persoalan yang belum diselesaikan, misalnya, Eri mencontohkan, masih adanya pelajar SMA sederajat yang terkendala terkait biaya sekolah.

"Bahkan hari ini, adik-adik kita, anak-anak kita yang SMA, masih ada yang tidak bisa ikut ujian karena tidak bisa bayar SPP. SMP juga ada yang belum bisa ambil ijazahnya. Ini yang harus kita kebut (tuntaskan)," ujarnya.

Eri yakin, jika persoalan pendidikan ini dapat diselesaikan, maka IPM Surabaya bisa lebih tinggi dari angka 82,74.

Namun, untuk mencapai hal tersebut, Pemkot Surabaya pun membutuhkan keterlibatan semua elemen.

"Dan disitulah pemerintah tidak bisa sendiri. Karena ketika semua elemen ini bergerak, maka kita akan tahu kekurangan-kekurangan dan kelemahan kita di mana," ungkapnya.

Baca juga: Curi Uang di Pesawat, Dua WNA Asal China Diamankan di Bandara Juanda Surabaya

Menurutnya, IPM hanya sebagai acuan atau tolak ukur untuk memperbaiki segala kekurangan yang ada pada sebuah kota.

Ia pun mengakui, masih banyak pekerjaan di Surabaya yang harus segera diselesaikan.

"Masih banyak PR kita untuk umat yang harus kita jalankan. Karena seharusnya bisa jauh lebih tinggi kalau anggaran ini bisa tepat dengan angka-angka (indikator penilaian) IPM, kita sentuh di sana, maka bisa jauh lebih tinggi," pungkasnya.

Diketahui, selama beberapa tahun terakhir, BPS mencatat bahwa IPM Kota Surabaya mengalami peningkatan.

Baca juga: TPK Banjarmasin Gencarkan Safety Awareness di Bulan K3 2026, Pertegas Komitmen High Performance Zero Accident

Pada tahun 2020 sebesar 82,23 dan meningkat di tahun 2021 menjadi 82,31. Kemudian, tahun 2022, IPM Kota Surabaya mencapai 82,74 yang merupakan tertinggi di Jawa Timur.

Nilai IPM tersebut menunjukkan bahwa kualitas pembangunan manusia di Kota Surabaya berada pada kelompok status kategori 'Sangat Tinggi' (IPM ≥ 80).

Pemulihan ekonomi sosial di tengah pandemi COVID-19, telah membawa pengaruh terhadap IPM di Kota Surabaya. Termasuk pula terhadap meningkatnya seluruh indikator pembentuknya, baik indeks kesehatan, indeks pendidikan, maupun indeks pengeluaran per kapita per tahun yang disesuaikan. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru