Libatkan Pelajar, Ini Langkah Pemkot Surabaya Antisipasi DBD di Musim Penghujan

Reporter : Ade Resty
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi

selalu.id - Pemerintah Kota Surabaya bergerak mengantisipasi penyakit Demam Berdarah Dengeu (DBD) memasuki musim penghujan tahun ini.

Pemkot Surabaya melakukan pencegahan dengan memasifkan peran Bumantik yang digerakkan oleh Kader Surabaya Hebat KSH.

Baca juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, Bumantik telah bergerak di masing-masing rumah warga untuk mengecek jentik-jentik, termasuk ada genangan air atau tidak.

Bahkan, Bumantik yang dilakukan KSH telah dilaksanakan baik sebelum maupun menjelang musim penghujan di masing-masing wilayah yang ada di Surabaya.

"Kami telah menggerakkan KSH, yang di dalamnya ada Bumantik dan Posyandu. Mereka ini sudah bergerak di masing - masing wilayahnya." kata Eri Cahyadi, Kamis (6/10/2022).

Eri mengatakan, Pemkot Surabaya juga telah melakukan sosialisasi bagaimana cara pengecekan jentik nyamuk di dalam rumah.

"Puskesmas-puskesmas juga sudah melakukan sosialisasi. Bagaimana di setiap rumah mencegah DBD, jangan sampai ada genangan. Ini adalah tindakan bersama, tidak bisa DBD diselesaikan sendiri oleh pemerintah," ujar Eri.

Baca juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

Terkait target penurunan angka DBD, lanjut Eri, Pemkot berkolaborasi dengan puskesmas dengan laporan yang sudah disediakan oleh Dinkes ketika ada temuan DBD. Kemudian bersinergi bersama seluruh RS di Surabaya agar kasusnya bisa menurun dibandingkan tahun lalu.

"Sehingga kalau ada yang sakit, maka kita harus tahu ini kenanya dimana,"jelasnya.

Apabila terjadi seperti itu, lanjut Eri, secara otomatis pihaknya melakukan cover zona agar tidak berkembang luas.

Baca juga: Hadapi Puncak Hujan Februari, Pemkot Surabaya Tambah Lagi 5 Rumah Pompa

" Dengan model ini, harapan kami bisa mengurangi DBD yang ada di Kota Surabaya dan bisa turun dari tahun-tahun sebelumnya," jelasnya.

Untuk mengantisipasi anak-anak agar tidak terkena DBD, Dinkes Surabaya menyediakan call center. Kemudian sekolah-sekolah digerakkan untuk menjaga.

"Kita mendidik anak-anak untuk menjaga kamar mandinya. Ini loh kebersamaan. Jadi maksud saya, gerakannya harus ada pencegahannya, bukan menunggu sakitnya dulu. Kalau pencegahannya berhasil, maka secara otomatis penurunannya bisa dirasakan," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru