selalu.id - Surabaya kehabisan stok vaksin meningitis. Hal ini bedampak pada gagalnya berangkat beberapa jemaah umroh. Tercatat stok vaksin meningitis di Surabaya hanya sebanyak 1103 pada Rabu, (28/9/2022).
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, pihaknya telah mengirimkan surat kepada staf ahli Kemenkes untuk segera dikirimkan ke Surabaya.
Baca juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang
"Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya sudah mengotak kesana (Kemenkes), kemarin saya juga menyampaikan kepada tenaga ahlinya (staf ahli Kemenkes)," kata Eri, Kamis (29/9/2022).
Eri mengatakan, akibat habisnya stok vaksin meningitis tersebut, berdampak pada batalnya keberangkatan umroh sebagian warga Surabaya.
"Ini podo karo vaksin covid wingi. (Ini sama kaya vaksin covid-19 kemarin). Ini juga dibutuhkan untuk ibadah umroh, kemarin ada beberapa gak bisa berangkat umroh karena vaksinnya gak ada,"ungkap Eri.
Terpisah, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) kelas 1 Surabaya, Slamet Musiswanto mengatakan, pihaknya masih melakukan penyuntikkan untuk masyarakat yang mendaftar online.
"Sampai hari ini KKP masih melakukan penyuntikkan. Stok yang ada kami habiskan buat masyarakat yang telah mendaftar secara online," kata Slamet, Kamis (29/2022).
Slamet menjelaskan, menipisnya stok vaksin itu disebabkan karena produksi dari tiga penyedia vaksin meningitis masih belum ada. Sehingga menimbulkan hambatan.
Baca juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel
"Karena regulasi pemerintah saat ini sudah berusaha mendatangkan impor vaksin dan sekarang sudah ada di Jakarta,tinggal nunggu uji dari BPOM. Semoga bisa cepat keluar," ujarnya.
Meski begitu, Slamet memperkirakan, stok yang semakin menipis itu kemungkinan pada pekan depan pihaknya sudah tidak melakukan penyuntikkan lagi.
"Mungkin dosis terakhir sampai Jumat," ujarnya.
KKP kelas 1 Surabaya menutup pendaftaran baru vaksin meningitis sejak 19 September 2022 kemarin.
Baca juga: Hadapi Puncak Hujan Februari, Pemkot Surabaya Tambah Lagi 5 Rumah Pompa
"Kalau sudah habis ya selesai. Tinggal menunggu dari pusat, dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Biasanya seminggu dua minggu baru datang," tuturnya.
Lebih lanjut Slamet menerangkan, KKP kelas 1 Surabaya juga telah mengajukan permohonan permintaan vaksin meningitis sebanyak 30 ribu dosis.
"Kami tengah menunggu kiriman Vaksin Meningitis. Mohon doanya semoga bisa segera terdistribusi,"pungkasnya. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi