selalu.id - Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Negeri Jenjang SMA.
Kepala Dispendik Surabaya, Yusuf Masruh mengatakan bahwa pendaftaran dilakukan dalam jaringan (daring) mulai tanggal 1-24 Juli 2022. Dengan mengakses laman skbdispendik.surabaya.go.id.
Baca juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih
Yusuf menyampaikan, SKB Negeri untuk satuan pendidikan nonformal setara SMA mengembangkan potensi peserta didik baik dari sisi akademis maupun keterampilan vokasional.
Untuk pendaftarannya, SKB Negeri hanya dikhususkan bagi Penduduk Surabaya dibuktikan dengan Kartu Keluarga (KK).
"Calon Peserta Didik Baru (CPDB) untuk SBKN minimal berusia 16 tahun dan maksimal berusia 21 tahun per 1 Juli 2022. Pendaftaran dilakukan daring," kata Yusuf, Sabtu (2/7/2022).
Untuk verfikasi berkas administrasi mulai tanggal 25-29 Juli dengan mendatangi SKB Negeri dengan membawa berkas seperti KK Surabaya, akta kelahiran, KTP orang tua, bukti pendaftaran, dan berkas pendukung lainnya.
Pengumuman dilakukan pada 1 Agustus dan proses daftar ulang pada 3-6 Agustus 2022.
Baca juga: Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?
Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Nonformal Dispendik Kota Surabaya, Muhammad Sufyan menambahkan, kuota untuk SKB Negeri tahun pelajaran 2022/2023 sebanyak 91 CPDB.
Rincianmya, kelas X (10) menerima 40 peserta didik, kelas XI (11) menerima 30 peserta didik, dan kelas XII (12) menerima 21 peserta didik.
Baca juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan
Sufyan mengatakan, lokasi kegiatan belajar mengajar SKBN dipusatkan di SMPN 60 Surabaya Jl Kalilom Lor Indah, Tanah Kali Kedinding, Kecamatan Kenjeran.
Peserta didik SKBN yang lulus, nantinya mendapatkan ijazah program kesetaraan Paket C atau setara dengan SMA.
"Melalui pelayanan pendidikan kesetaraan, dapat menjadi salah satu sarana mengatasi permasalahan ekonomi masyarakat. Sehingga, diharapkan terwujudnya masyarakat gemar belajar (learning society)," tandasnya. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi