Kasus Covid-19 di Surabaya Kembali Meningkat, Dinkes: Gejala Ringan

Reporter : Ade Resty
Kepala Dinkes Kota Surabaya, Nanik Sukritisna

selalu.id - Kasus Covid-19 di Surabaya mengalami peningkatan, terutama pada pascalibur lebaran lalu. Tercatat sekitar 20 hingga 30 kasus dilaporkan perharinya.

"Sampai hari ini tadi kita kasus aktif di Kota Surabaya 90 kasus. Rata-rata naik 30an, naik turun. Tapi beberapa hari terakhir ada peningkatan. Mudahan tidak terlalu lama, dan bisa turun kembali," kata Kepala Dinkes Kota Surabaya, Nanik Sukritisna, Senin (20/6/2022).

Baca juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Nanik menyampaikan, dari 90 kasus tersebut, sebanyak 28 orang sedang dirawat di rumah sakit dan sisanya memilih insoman di rumah.

"Gejala masih sama seperti yang lama kategori ringan,"tuturnya.

Faktor kenaikan kasus covid-19 di Surabaya, menurut Nanik, disebabkan perjalanan warga dari luar negeri seperti di Jakarta yang saat ini meningkat tajam.

"Jadi masyarakat juga sekarang sudah mulai longgar terhadap prokes, itu mungkin jadi penyebabnya, apalagi Surabaya masih di level 1, jadi jangan lupa tetap cuci tangan kemudian pakai masker,"jelasnya.

Baca juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

Lebih lanjut Nanik menjelaskan, untuk vaksin masih cukup tersedia. Sehingga, Dinkes menghimbau warga untuk segera booster dan menghubungi puskesmas.

"Kita siap di 63 puskesmas. Kita juga minggu kemarin buka di Galaxy Mall untuk masyarakat yang tidak sempat ke puskesmas, mungkin lagi ngemal mereka bisa mampir,"tuturnya.

Nanik menambahkan, total vaksin nonlansia saat ini sudah 100 persen dari masyarakat yang siap vaksin.

Baca juga: Hadapi Puncak Hujan Februari, Pemkot Surabaya Tambah Lagi 5 Rumah Pompa

"Jadi mereka yang sudah lebih dari 3 bulan dosis kedua itu sudah lebih dari 100 persen,"tuturnya.

Sedangkan, vaksin untuk lansia masih posisi 55,9 persen. Kemudian, cakupan booster sebanyak 42,2 persen dari angka 936.298.

"Persediaan vaksin kita cukup. InsyaAllah. Ada di semua puskesmas. Berapapun masyarakat kita akan penuhi. Jadi sampai saat ini, kita ada ketersediaan untuk semua dosis InsyaAllah cukup,"pungkasnya. (Ade/SL2)

Editor : Redaksi

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru