selalu.id - Pemkot Surabaya membangun jalur pintasan atau shortcut saluran untuk memangkas perjalanan air menuju Sungai Jagir untuk mengatasi genangan di kawasan Semolowaru.
Infrastruktur tersebut dirancang mengalirkan debit air hingga 23 meter kubik per detik.
Baca juga: DPRD Surabaya Pertanyakan Ratusan Miliar Anggaran Kecamatan Masuk Pos Pendidikan
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya Hidayat Syah, mengatakan pembangunan shortcut menjadi salah satu langkah untuk mengatasi persoalan genangan di Semolowaru, Nginden, dan kawasan sekitarnya.
Berdasarkan evaluasi teknis, kawasan tersebut memiliki sejumlah saluran dengan jalur pembuangan yang cukup panjang. Akibatnya, ketika debit air meningkat meski hujan berlangsung relatif singkat, genangan tidak bisa segera surut.
"Kalau tidak, kita terpaksa tiga saluran itu kita kasih rumah pompa semua. Itu juga biayanya lebih tinggi. Jadi kita ambil, tarik, dan shortcut-kan semua ke sana," kata Hidayat, Jumat (6/11/2026).
Melalui skema tersebut, beberapa saluran akan disatukan menuju jalur baru sebelum dialirkan ke Sungai Jagir. Pemkot juga membangun pintu air di saluran Semolowaru serta konstruksi box untuk mendukung pengaliran air.
Menurut Hidayat, penentuan jalur pintasan itu telah melalui kajian bersama tim teknis, termasuk perguruan tinggi. Hasil kajian menunjukkan pembangunan satu jalur penghubung dinilai lebih efisien dibandingkan membangun rumah pompa di setiap saluran.
Pembangunan infrastruktur tersebut juga mendapat dukungan pihak Gereja Betania yang menyediakan sebagian area untuk kebutuhan konstruksi saluran dan fasilitas pendukung.
Hidayat menyebut, proyek yang semula direncanakan selesai tahun depan kini dipercepat agar dapat dirampungkan pada 2026. Percepatan dilakukan setelah Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta pekerjaan tersebut diselesaikan lebih awal.
Baca juga: Pungli Calon Pegawai Dishub Surabaya, Eri Cahyadi: Ini Mencoreng Nama Surabaya!
"Harusnya pekerjaan ini selesai tahun depan, tetapi kami kebut karena Pak Wali memang meminta tahun ini harus selesai," ujarnya.
Di sisi lain, Pemkot Surabaya juga mengebut pembangunan lima rumah pompa baru di sejumlah kawasan rawan genangan. Kelima lokasi tersebut meliputi Nginden Intan Timur depan kampus Stikosa AWS, Panjang Jiwo, Tambak Segaran, Dharmahusada, dan Tanjungsari.
Progres pembangunan lima rumah pompa itu rata-rata telah mencapai 85–90 persen. Sebagian besar mesin pompa dan jaringan pipa pendukung telah terpasang.
"Pompa itu sudah ada di sana, dan juga pipa sudah terpasang. Kebanyakan seperti itu," jelasnya.
Pemkot menargetkan pekerjaan fisik lima rumah pompa rampung pada 20 November 2026. Setelah itu, masing-masing fasilitas akan menjalani commissioning atau pengujian operasional untuk memastikan mesin pompa dan jaringan pendukung bekerja sesuai perencanaan.
Baca juga: SPDP Diterima Kejari Tanjung Perak Surabaya, Go Bozze Gozali Mengaku Tak Tahu
"Dan kita berharap tanggal 20 November ini sudah mulai commissioning. Supaya nanti pada saat 1 Desember, Pak Wali sudah mulai keliling untuk mencoba benar-benar apakah pompanya berfungsi atau tidak," ungkap Hidayat.
Khusus di kawasan Tanjungsari, pembangunan rumah pompa juga dilengkapi bozem atau kolam penampungan air serta penambahan satu unit pompa di kawasan pertigaan.
Hidayat menambahkan, pekerjaan jaringan drainase membutuhkan penanganan teknis yang tidak sederhana. Salah satunya pemasangan pipa dengan kapasitas aliran sekitar 3 hingga 5 meter kubik per detik, meningkat dibandingkan kapasitas sebelumnya yang berkisar 1 hingga 2 meter kubik per detik.
Pemasangan pipa berkapasitas besar tersebut mengharuskan penggalian badan jalan. Karena itu, pelaksanaannya harus menyesuaikan kondisi lalu lintas, aktivitas warga, hingga waktu ibadah.
Editor : Achmad Supriyadi