selalu.id - Lima artikel berita selalu.id masuk dalam top 5 berita sejak Senin (2/11/2026) hingga Selasa (3/11/2026) pagi. Pembaca banyak tertarik pemberitaan peristiwa, hukum dan pemerintahan.
Berikut top 5 berita selalu.id:
Baca juga: Top 5 Berita: Deltras Kalah hingga Harga Emas Antam
1. Pegawai Bank Keliling Ditemukan Tewas Penuh Luka di Probolinggo
Seorang pegawai bank keliling atau biasa disebut plecit atau titil ditemukan teeas dengan penuh luka bacok di jalan penghubung antara Desa Patalan dengan Desa Tunggakcerme, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo.
Identitas korban diketahui yakni Anas Mahfud warga Dusun Posong, Desa Patalan, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo. Pemuda 19 tahun tersebut tewas dengan sabetan senjata tajam.
Kepala Desa Patalan Fathur Rozi, mengatakan bahwa pemuda tersebut merupakan warganya. Meski demikian, dirinya belum mengetahui secara detail bagaimana peristiwa itu berlangsung.
"Saya belum mengetahui secara pasti kejadiannya. Berdasarkan informasi dari keluarga, sebelumnya korban sempat pulang ke rumah, kemudian pergi keluar lagi," kata Fathur Rozi.
2. Heboh! Seorang Perempuan Tuntut Pajak Pembalut ke Mahkamah Konstitusi
Kebijakan pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) terhadap produk sanitasi perempuan menuai sorotan tajam.
Seorang perempuan warga negara Indonesia (WNI) bernama Bernita Matondang resmi mengajukan permohonan pengujian Undang-Undang (UU) ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait pajak pembalut menstruasi.
Gugatan yang resmi terdaftar pada Senin (2/11/2026) tersebut menguji Pasal 16B ayat (1a) huruf j angka 1 serta Penjelasan Pasal 16B ayat (1a) huruf j angka 1 UU Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP) terhadap UUD 1945.
Pemohon menilai terdapat persoalan konstitusional mendasar lantaran pembalut tidak dimasukkan secara eksplisit sebagai barang kebutuhan pokok yang dibebaskan dari PPN.
Padahal, penggunaan pembalut merupakan kebutuhan esensial akibat proses biologis perempuan yang tidak dapat dihindari, bukan sekadar pilihan atau preferensi konsumsi semata.
3. 7 Anggota Polrestabes Surabaya Diperiksa Propam Polda Jatim, Ini Dugaan Pelanggarannya
Baca juga: Pegawai Bank Keliling Ditemukan Tewas Penuh Luka di Probolinggo
Sebanyak tujuh anggota Satresnarkoba Polrestabes Surabaya diperiksa Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Jawa Timur. Ketujuhnya kini tengah menjalani pemeriksaan intensif atas dugaan pelanggaran dan ketidakprofesionalan saat menjalankan tugas.
Kepastian pemeriksaan tersebut disampaikan langsung oleh Kabid Propam Polda Jatim, Kombes Pol Iman Setiawan. Ia membenarkan langkah tegas yang diambil terhadap para personel penegak hukum tersebut.
“Benar apa yang disampaikan Kapolrestabes Surabaya terkait dengan tujuh anggota Satresnarkoba Polrestabes Surabaya telah dan sedang dalam proses pemeriksaan terkait ketidakprofesionalan dalam melaksanakan tugas,” kata Iman di Mapolda Jatim, Senin (2/11/2026).
4. Bupati Sidoarjo Berangkatkan Atlet Popda dan Peparpeda, Bonus hingga Beasiswa Disiapkan
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo ingin pembinaan atlet pelajar tidak berhenti setelah kompetisi selesai. Selain target prestasi, pemkab juga menyiapkan dukungan pendidikan, beasiswa, sampai sistem pendampingan lintas OPD agar masa depan atlet tetap terjaga.
Komitmen itu ditegaskan Bupati Sidoarjo Subandi saat melepas kontingen untuk POPDA XV dan PEPARPEDA III Jawa Timur 2026 di Pendopo Delta Wibawa, Senin (2/11/2026).
Subandi mengatakan kebanggaannya kepada para atlet yang akan berlaga di tingkat provinsi. Ia menyebut mereka sebagai putra-putri terbaik daerah yang sudah ditempa latihan panjang.
Baca juga: Terseret Korupsi Dana Hibah Koni Pasuruan, Kabag Hukum Pemkab Probolinggo Ditahan
"Kalian adalah putra-putri terbaik Kabupaten Sidoarjo. Kalian telah ditempa melalui latihan panjang. Sekarang saatnya menunjukkan kemampuan dan membuktikan bahwa Sidoarjo wayahe juara," kata Subandi.
5. Ayah di Surabaya Bacok 2 Anak Kandung hingga Kritis, Ibu Korban: Hukum Seberat-beratnya!
Polsek Dukuh Pakis Surabaya memeriksa dua korban penganiayaan berat yang dibacok oleh R, yang merupakan ayah kandungnya sendiri. Pemeriksaan tersebut berlangsung setelah kedua korban, Renata dan Renaldi, berangsur pulih pasca menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Ibu kandung korban, Lusi, mengungkapkan bahwa peristiwa tragis tersebut mengakibatkan kedua anaknya menderita luka sabetan senjata tajam yang parah.
Renata mengalami luka robek sepanjang 30 sentimeter dengan 19 jahitan, sementara Renaldi mengalami luka bacok di kepala serta retak pada tulang hidung hingga harus dioperasi dan dipasang alat penyangga.
"Kemarin belum bisa diperiksa karena masih opname di rumah sakit sekitar 4 sampai 5 hari. Anak saya yang besar (Renata) punya dua balita yang masih butuh ASI, tapi sekarang tidak bisa memberi ASI dan belum bisa beraktivitas," ungkap Lusi saat mendampingi pemeriksaan di Polsek Dukuh Pakis, Senin (2/11/2026).
Editor : Achmad Supriyadi