selalu.id – Tangis haru pecah di Desa Suruh, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk setelah Sseorang pria yang selama 20 tahun dinyatakan hilang akhirnya kembali pulang ke kampung halamannya.
Pria itu bernama Yahmin. Selama sebulan terakhir ia dirawat oleh polisi bernama Purnomo yang terkenal dengan Purnomo Belajar Baik di Lamongan setelah ditemukan dalam kondisi tidak bisa berkomunikasi dan tanpa identitas.
Baca juga: Saat 150 Aktivis Muda Nganjuk Bersatu Merawat Api Sumpah Pemuda
Awalnya Purnomo menemukan Yahmin di wilayah Lamongan. Saat itu kondisi Yahmin memprihatinkan. Ia tidak bisa diajak bicara, tidak ingat alamat, bahkan tidak ingat namanya sendiri.
Dengan penuh kesabaran, Ipda Purnomo merawatnya selama satu bulan. Atas kehendak Allah SWT, perlahan Yahmin mulai mengingat jati dirinya.
“Atas kehendak Allah SWT, setelah dirawat selama sebulan, pria tersebut akhirnya mengaku bahwa dirinya bernama Yahmin,” kata Purnomo.
Merasa kasihan dan ingin menyatukan kembali dengan keluarga, Purnomo lalu meminta bantuan Pemkab Nganjuk untuk menjemput. Permohonan itu ia sampaikan lewat akun TikTok-nya @purnomobelajarbaik.
Respons cepat datang dari Dinas Sosial Kabupaten Nganjuk bersama Kepala Desa Suruh. Mereka langsung bertolak ke Lamongan untuk menjemput Yahmin pada Rabu (28/10/2026).
Setibanya di Desa Suruh, Yahmin disambut oleh kakaknya. Momen pertemuan itu mengharukan. Keluarga yang selama ini mengira Yahmin sudah meninggal, kini bisa berkumpul kembali.
Kepala Desa Suruh, Wawan Yudha Purnawan, membenarkan jika Yahmin adalah warganya. “Kalau umur kita nggak tahu, soalnya nggak ada KTP-nya. Paling kalau perkiraan sekitar 50 lebih,” kata Wawan saat dikonfirmasi, Jumat (30/10/2026).
Wawan juga meluruskan, setahu perangkat desa, Yahmin belum pernah menikah dan masih memiliki keluarga di Desa Suruh. Fakta mengejutkan terungkap. Ternyata Yahmin sudah meninggalkan rumah sejak 20 tahun lalu.
Baca juga: Waspada Cuaca Ekstrem di Nganjuk Beberapa Hari ke Depan, Ini Imbauan BMKG
“Waktu itu Pak Yamin daftar di Dinsos, itu dikira saudaranya sudah meninggal,” ungkap Wawan.
Data Dinsos Nganjuk mencatat nama Yahmin pernah masuk pendataan pada 2018. Untuk lokasi pasti penemuan, pihak desa mendapat info Yahmin ditemukan di Lamongan.
Namun detail kronologinya belum diketahui secara rinci. Secara fisik, Wawan memastikan kondisi Yahmin sehat. Saat diajak ngobrol pun sudah nyambung.
“Tapi yang jelas sehat, badannya sehat. Secara medis raganya sehat. Kalau ditanya nyambung semua,” tuturnya.
Langkah pertama yang dilakukan pemerintah desa adalah mengurus identitas kependudukan. Sebab selama ini Yahmin tidak memiliki KTP.
Baca juga: Ternyata, Begini Kronologi Isu Kredit Fiktif Rp690 Juta di BRI Nganjuk
“Karena Pak Yamin tidak mempunyai identitas, langkah pertama kita ya disegerakan untuk mempunyai identitas. Kemarin sudah dilakukan perekaman di rumah Pak Yamin, biar nanti data sipilnya jadi gampang,” pungkasnya.
Kini Yahmin sudah tinggal bersama keluarganya di Desa Suruh. Setelah 20 tahun terpisah, ia akhirnya bisa kembali ke rumah.
Reporter: Yohanes Arberto
Editor : Achmad Supriyadi