selalu.id - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berupaya mempertahankan atlet potensial dengan memperluas dukungan, mulai dari beasiswa pendidikan, jaminan kesehatan hingga peluang berkarier di dunia kerja.
Persoalan perpindahan atlet berprestasi ke daerah lain juga menjadi perhatian Bupati Sidoarjo Subandi menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur X 2027.
Baca juga: Polda Jatim Bongkar Jual Data Identitas Pribadi untuk Sebar Iklan Judol, Pelaku asal Sidoarjo
Subandi menegaskan, atlet berprestasi asal Sidoarjo harus mendapatkan perhatian yang memadai agar tidak memilih membela daerah lain. Menurutnya, pembinaan olahraga tidak cukup hanya mengandalkan program latihan dan pemberian bonus ketika atlet berhasil meraih medali.
“Saya tidak ingin lagi ada atlet Sidoarjo yang pindah ke daerah lain. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Bagaimana caranya agar atlet-atlet potensial ini tetap kita jaga, kita bina, dan kita berikan perhatian agar mereka bangga membela Kabupaten Sidoarjo,” tegasnya.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah memperluas kerja sama dengan perguruan tinggi untuk membuka akses beasiswa bagi atlet berprestasi. Dukungan tersebut diharapkan memberikan kesempatan kepada atlet untuk tetap melanjutkan pendidikan di tengah kesibukan menjalani latihan dan kompetisi.
Pemkab Sidoarjo juga merencanakan dukungan kesehatan melalui BPJS, pendampingan medis, serta kerja sama dengan rumah sakit. Fasilitas tersebut disiapkan untuk menunjang kebutuhan atlet selama menjalani pemusatan latihan maupun ketika mengikuti pertandingan.
“Kami akan memperluas kerja sama dengan perguruan tinggi agar atlet berprestasi mendapatkan kesempatan beasiswa pendidikan. Dukungan kesehatan melalui BPJS, pendampingan medis, serta kerja sama dengan rumah sakit juga akan disiapkan untuk menunjang kebutuhan atlet selama latihan maupun pertandingan,” jelasnya.
Tak berhenti pada pendidikan dan kesehatan, perhatian pemerintah daerah juga diarahkan pada masa depan atlet setelah tidak lagi aktif bertanding. Subandi menyebut Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) atau Forum CSR yang telah dibentuk dapat menjadi pintu masuk kerja sama dengan perusahaan-perusahaan di Sidoarjo.
“Kemarin kita sudah membentuk Forum CSR. Selanjutnya akan kita koordinasikan kebutuhan dan peluang kerja sama dengan perusahaan-perusahaan di Sidoarjo. Harapannya, tenaga kerja yang terserap merupakan warga Sidoarjo, termasuk atlet-atlet berprestasi yang nantinya memiliki kesempatan untuk berkarier di dunia usaha,” ungkapnya.
Baca juga: Pesan Khusus Bupati Subandi saat Kukuhkan Forum TJSLP Sidoarjo, Wajib Dikerjakan
Kebijakan tersebut berjalan beriringan dengan persiapan menghadapi Porprov Jatim X 2027. Pemkab Sidoarjo bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sidoarjo mulai mematangkan pembinaan melalui Pemusatan Latihan Kabupaten (Puslatkab). Target yang dipasang tidak ringan, yakni mengumpulkan 1.000 poin sekaligus merebut gelar juara umum.
Program bertajuk The Golden Generation of Sidoarjo tersebut dilaksanakan dalam tiga tahapan. Pada tahap pertama, Oktober hingga Desember 2026, sebanyak 287 atlet dan 86 pelatih dilibatkan. Pembinaan difokuskan pada cabang olahraga (cabor) individu yang memiliki potensi perolehan medali.
Sementara, Ketua KONI Kabupaten Sidoarjo M Rafi Wibisono mengatakan, persiapan lebih awal diperlukan agar atlet memiliki waktu cukup untuk meningkatkan kemampuan teknik, menyusun strategi, serta memperkuat mental bertanding.
”Untuk mencapai terget, tidak ada kemenangan yang instan, maka kita harus mempersiapkan diawal. Nah, untuk cabor individu kita awali karena merupakan cabor terukur yang dapat kita ukur perolehan medali emas,” ujarnya.
Baca juga: Kisah Pengabdian Wabup Mimik Idayana Diabadikan dalam Karya Antologi MTsN 4 Sidoarjo
Menurut Rafi, pemetaan atlet dilakukan bersama pengurus masing-masing cabor melalui penjaringan internal. Atlet yang memiliki peluang menyumbangkan medali akan terus dipantau dan dievaluasi selama menjalani program Puslatkab.
“Pemetaan atlet dilakukan bersama masing-masing pengurus cabor melalui penjaringan internal. Potensi atlet yang berpeluang menyumbangkan medali akan dipantau dan dievaluasi selama proses Puslatkab berlangsung,” katanya.
Memasuki Januari 2027, pembinaan tahap kedua akan melibatkan seluruh cabor, baik individu maupun beregu, dengan jumlah atlet diperkirakan lebih dari 1.000 orang. Selanjutnya, tahap ketiga difokuskan pada pemantapan akhir menjelang Porprov yang dijadwalkan berlangsung Juli 2027.
KONI Sidoarjo juga mendorong atlet mengikuti kejuaraan tingkat provinsi maupun nasional sebagai sarana mengukur kemampuan. Persaingan dalam Porprov diperkirakan berlangsung ketat karena mempertemukan atlet terbaik dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur.
Editor : Achmad Supriyadi