Fakta-fakta Mengerikan Kasus Mutilasi Ibu-Anak di Madiun

Reporter : Dony Maulana
Dwi Bagus Martono, tersangka pembunuhan dan mutilasi ibu-anak di Madiun saat digelandang ke Polda Jatim oleh Tim Jatanras. (Dok. Selalu.id).

selalu.id - Penyidik Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim terus memperluas pengungkapan kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap ibu dan anak yang menggemparkan publik.

Untuk merangkai kronologi kejadian secara utuh, tim penyidik menggelar prarekonstruksi dengan memeragakan sebanyak 48 adegan.

Baca juga: Jaga Kondusifitas, Polda Jatim Rangkul Ribuan Mahasiswa hingga Santri

Prarekonstruksi tersebut berlangsung di empat lokasi berbeda, meliputi hotel tempat kejadian pertama, rumah korban, rumah orang tua korban, hingga kediaman tersangka.

"Dari hasil rekonstruksi, pembakaran jenazah dilakukan di sebuah gubuk di perkebunan belakang rumah tersangka, yang terpisah dari bangunan utama dan tersekat tembok. Warga sekitar yang melihat asap justru mengira itu pembakaran sampah seperti kebiasaan sehari-hari," kata Kasubdit III Jatanras Polda Jatim, AKBP Arbaridi Jumhur, Kamis (29/10/2026).

Penyelidikan intensif juga mengarah pada fakta baru terkait pengiriman mesin penggiling ke lokasi kejadian. 

Polisi mendeteksi ada dua orang yang diduga mengirimkan alat tersebut dan menjadwalkan pemeriksaan terhadap keduanya dalam waktu dekat.

"Kita dalami peran mereka. Pelaku sementara masih tunggal, namun kita pastikan tidak ada pihak lain yang terlibat," tegas Jumhur.

Sejauh ini, 16 orang saksi telah dimintai keterangan, mulai dari pegawai hotel, tetangga, pihak keluarga, hingga kerabat korban. 

Istri tersangka juga kooperatif sejak awal pemeriksaan dan menjadi sosok kunci yang menunjukkan tempat persembunyian suaminya.

Baca juga: Hari Sumpah Pemuda ke-98, Polda Jatim Gaungkan Patriotik, Gigih, Berempati

Usai kasus tersebut viral, Dwi Bagus Martono melarikan diri dan mematikan telepon selulernya. Meski jejaknya sempat terdeteksi mengarah ke Jakarta, Bali, hingga Balikpapan, ia rupanya tidak pernah keluar dari Jawa Timur. 

Dwi Bagus memilih bersembunyi di gubuk kecil, gelap dan sepi di kawasan padepokan pengobatan alternatif di Gudo, Kabupaten Jombang.

"Dia merasa di tempat terpencil itu tidak akan ada yang menemukannya. Padahal hanya berbekal informasi dari istri, tim langsung bergerak ke Jombang dan berhasil mengamankannya," ungkap Jumhur.

Sebagai langkah pembuktian ilmiah, tim Laboratorium Forensik (Labfor) telah mengambil sampel di rumah kos korban yang berada di Ponorogo. 

Saat ini, penyidik masih menunggu hasil uji tes DNA untuk mengidentifikasi sisa-sisa jenazah yang ditemukan.

Baca juga: Polisi Ungkap Suami yang Bunuh Istri Siri dan Anaknya di Madiun Miliki IQ di Atas Rata-rata

Sementara itu, hasil pemeriksaan psikologis awal menunjukkan kondisi jiwa tersangka dalam keadaan stabil. 

Mengingat latar belakang tersangka yang berpendidikan dan terbiasa bekerja di lingkungan tertib, penyidik bakal melibatkan ahli psikologi untuk pendalaman lebih lanjut.

Usai menjalani rangkaian prarekonstruksi, tersangka sempat berhadapan langsung dengan istrinya saat hendak dikembalikan ke sel tahanan. 

Dalam pertemuan singkat itu, tersangka hanya menyampaikan permohonan maaf sebelum akhirnya digiring kembali oleh petugas ke Mapolda Jatim.

Editor : Zein Muhammad

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru