Sidak RSUD Notopuro Sidoarjo, Wabup Mimik Wanti-wanti Jangan Ada Akal-akalan di Bangunan

Reporter : Ariyanto
Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana saat sidak pembangunan fasilitas isolasi di RSUD R.T. Notopuro. (Dok. Humas Pemkab Sidoarjo).

selalu.id - Pembangunan fasilitas isolasi di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo menjadi perhatian Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana. 

Dalam inspeksi mendadak (sidak) di lantai 3 rumah sakit tersebut, Mimik menekankan pentingnya menjaga kualitas konstruksi dan memastikan seluruh material yang digunakan sesuai dengan spesifikasi teknis.

Baca juga: Tekan Pengangguran dan Percepat Pembangunan, Forum CSR Sidoarjo Diminta Lebih Terarah

Peninjauan ini dilakukan ketika progres pembangunan Ruang Mawar Merah Putih dilaporkan baru mencapai 6 persen. 

Proyek yang ditargetkan selesai pada Desember 2026 tersebut direncanakan menambah kapasitas layanan rumah sakit sebanyak 30 tempat tidur isolasi, khususnya untuk menangani pasien dengan penyakit infeksius yang berpotensi menular.

Dalam sidak itu, Mimik didampingi Solikhin dari Inspektorat Kabupaten Sidoarjo serta Pelaksana Tugas Direktur RSUD R.T. Notopuro, Prima Dessy Kusuma Rakhmawati. 

Pemeriksaan mencakup perkembangan pekerjaan konstruksi, kesesuaian material, hingga pemanfaatan kembali bagian bangunan lama.

Mimik mengingatkan agar penggunaan material bekas bongkaran tidak mengabaikan standar teknis yang telah ditetapkan. 

Material seperti genteng dan besi baja yang masih layak digunakan harus diperiksa, dicatat, dan dilaporkan sesuai ketentuan agar penggunaannya dapat dipertanggungjawabkan.

Perhatian khusus juga diberikan terhadap bagian bangunan lama yang dibongkar dan direncanakan untuk dimanfaatkan kembali sebagai bagian dari konstruksi tangga. 

Menurutnya, setiap material yang digunakan harus memenuhi persyaratan teknis dan tidak boleh menjadi alasan untuk menurunkan standar kualitas bangunan.

“Jangan sampai pembangunan yang ada di Kabupaten Sidoarjo ini menjadi ajang akal-akalan. Jangan sampai spesifikasi yang sudah ditetapkan justru diubah,” tegas Mimik, Senin (26/10/2026).

Baca juga: Top 5 Berita: Spot Wisata, Merawat Sejarah hingga Perkelahian Gegara Janda

Meski memberikan perhatian terhadap penggunaan material, Mimik menyatakan tidak menemukan masalah dalam sidak tersebut. Ia juga memastikan bahwa material dari bagian bangunan lama yang dibongkar telah diketahui dalam proses pemeriksaan.

“Temuan dalam sidak tidak ada. Dek lama yang dibongkar juga sudah saya ketahui. Saya tidak ingin pembangunan pada 2026 ini dan seterusnya dilakukan dengan cara yang tidak sesuai ketentuan atau mengakali spesifikasi,” ungkapnya.

Mimik menambahkan, pengawasan diperlukan untuk memastikan pelaksanaan proyek berjalan sesuai perencanaan, baik dari segi kualitas maupun waktu penyelesaian. 

Karena itu, ia berencana kembali melakukan pemeriksaan pada akhir Desember 2026 untuk mengevaluasi perkembangan pembangunan.

“Alhamdulillah, hari ini kita melakukan sidak di lantai 3, pembangunan Ruang Mawar Merah Putih yang nantinya memiliki 30 tempat tidur. Semuanya harus sesuai spesifikasi. Nanti kita sidak lagi pada akhir Desember untuk memastikan progresnya,” ujarnya.

Baca juga: Viral! Sungai Brantas Mengering Disulap jadi Jalur Alternatif Sidoarjo-Mojokerto dan Tempat Wisata Dadakan

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur RSUD R.T. Notopuro, Prima Dessy Kusuma Rakhmawati, menjelaskan bahwa peningkatan fasilitas Ruang Mawar Merah Putih bertujuan memperkuat kapasitas rumah sakit dalam menangani pasien dengan penyakit infeksius yang berpotensi menular.

Melalui pengembangan fasilitas tersebut, rumah sakit merencanakan penambahan 30 tempat tidur isolasi. Penambahan kapasitas ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapan rumah sakit dalam memberikan pelayanan kepada pasien yang membutuhkan penanganan khusus.

“Karena banyak kasus infeksius yang menular, kami melakukan penambahan kapasitas tempat tidur sebanyak 30 unit. Kami berharap melalui kunjungan Wakil Bupati Sidoarjo ini, kualitas bangunan dapat sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan dan nantinya bermanfaat bagi masyarakat Sidoarjo,” jelas Prima Dessy.

Peningkatan fasilitas tersebut tidak hanya berkaitan dengan penambahan jumlah tempat tidur, tetapi juga kesiapan infrastruktur dalam mendukung pelayanan kesehatan. 

Kualitas bangunan, penggunaan material sesuai spesifikasi, serta pengawasan selama proses konstruksi menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan agar fasilitas dapat dimanfaatkan secara optimal.

Editor : Zein Muhammad

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru