selalu.id — Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar membuka Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) ke-6 tahun 2026 di Pondok Pesantren An-Nur 2 Al Murtadlo, Kabupaten Malang, Kamis (1/10/2026) malam.
Kegiatan nasional yang berlangsung hingga 6 Oktober 2026 ini mempertemukan Pramuka Santri dari berbagai daerah di Indonesia dalam rangkaian kegiatan kepramukaan, kompetisi, penguatan karakter, serta kegiatan sosial dan lingkungan.
Baca juga: Top 5 Berita: 3 Anggota DPRD Kader Gerindra hingga Kakek Tewas
Pembukaan PPSN ditandai dengan prosesi resmi pembukaan perkemahan yang berlangsung meriah dan diikuti para peserta dari berbagai kontingen. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan antarsantri sekaligus menanamkan nilai kedisiplinan, kemandirian, kepemimpinan, cinta tanah air, dan semangat pengabdian.
Menag menegaskan bahwa nilai kesantrian dan kepramukaan memiliki titik temu dalam pembentukan karakter generasi muda. Keduanya mengajarkan kedisiplinan, solidaritas, kepedulian terhadap sesama, serta kemampuan menciptakan ketenangan di tengah masyarakat.
“Seorang kader Pramuka jangan suka membuat orang resah, tetapi harus membuat situasi menjadi gampang, menjadi mudah. Seorang kader Pramuka tidak boleh mencari masalah dan membesar-besarkan masalah,” kata Menag.
Menag mengingatkan Pramuka Santri agar mampu menyikapi persoalan secara bijak dan tidak mendramatisasi masalah kecil menjadi persoalan besar yang dapat menimbulkan keresahan di masyarakat.
“Seorang Pramuka tidak boleh mendramatisasi sesuatu yang kecil menjadi besar. Itu bisa merusak bangsa. Jadilah moderator, bukan provokator,” tegasnya.
Baca juga: Pesan Khusus Gubernur Khofifah saat Lepas 74 Santri Jatim Berlaga di PPSN VI
Selain karakter, Menag menekankan pentingnya prestasi dan penguasaan kompetensi. Santri, kata dia, tidak cukup hanya memiliki pemahaman keagamaan yang kuat, tetapi juga perlu mengembangkan pengetahuan, keterampilan, kemampuan berkomunikasi, dan penguasaan bahasa untuk menghadapi masyarakat dunia.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak para santri membangun keyakinan bahwa mereka adalah generasi hebat yang mampu berkiprah di tingkat nasional maupun global.
“Saya yakin para santri luar biasa semuanya. Insyaallah, kalian akan menjadi ulama-ulama yang mendunia, menjadi pebisnis-pebisnis yang luar biasa, dan menjadi intelektual yang mampu memberikan dedikasi terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” tutur Khofifah.
Khofifah juga mendorong santri untuk tidak membatasi cita-cita. Pesantren, menurutnya, dapat menjadi fondasi bagi lahirnya generasi yang berilmu, berkarakter, kompeten, dan memiliki semangat pengabdian.
Baca juga: Tiga Anggota DPRD Kader Gerindra di Jatim Terjaring Razia Narkoba di Hotel Surabaya
Ia mengapresiasi PPSN sebagai ruang pembelajaran, persaudaraan, dan pengabdian bagi santri dari berbagai daerah di Indonesia. Menurutnya, kegiatan kepramukaan tidak hanya membentuk keterampilan, tetapi juga menanamkan kepemimpinan, kemandirian, kedisiplinan, bela negara, dan semangat pengabdian.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, beserta jajaran turut hadir dalam pembukaan PPSN ke-6. Kontingen Jawa Timur berjumlah 74 orang, terdiri atas 64 peserta dan 10 pendamping.
PPSN ke-6 Tahun 2026 berlangsung pada 30 September hingga 6 Oktober 2026 di Pondok Pesantren An-Nur 2 Kabupaten Malang. Melalui kegiatan ini, para santri diharapkan semakin percaya diri menjadi generasi unggul, mandiri, cinta tanah air, serta siap memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara.
Editor : Achmad Supriyadi