Sabtu, 17 Okt 2026 18:51 WIB

Andreas Eddy Susetyo Usul Gabungkan Konservasi, Ekowisata, dan Perikanan di CMC 

  • Penulis : Redaksi
  • | Sabtu, 17 Okt 2026 17:56 WIB
Anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo. (Istimewa)
Anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo. (Istimewa)

selalu.id - Anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo mengusulkan pengembangan ekonomi hijau berbasis masyarakat di kawasan Clungup Mangrove Conservation atau CMC Tiga Warna, Malang Selatan. 

Konsepnya menggabungkan konservasi lingkungan, ekowisata, dan budidaya perikanan organik sebagai satu kesatuan. Gagasan itu disampaikan Andreas saat meninjau langsung CMC Tiga Warna, Sabtu (17/10/2026). 

Baca Juga: Sempat Hilang Misterius, Ibu Muda Baru Melahirkan Ditemukan di Jurang Malang

Menurutnya, pelestarian alam tidak bisa dipisahkan dari peningkatan kesejahteraan warga sekitar agar dampaknya berkelanjutan.

Andreas menilai kawasan CMC sudah memiliki fondasi konservasi yang baik. Karena itu, potensinya bisa dikembangkan lebih jauh melalui integrasi sektor. 

“Ini nanti kita integrasikan di dalam kawasan yang sangat mendukung karena di sini konservasinya sudah berjalan dengan baik. Jadi, ini menjadi suatu paradigma baru untuk membangun ekonomi,” ujarnya. 

Ia mencontohkan lahan yang dulu gundul kini berhasil dipulihkan karena keterlibatan langsung masyarakat. Keberhasilan itu, kata dia, membuktikan gerakan lingkungan bisa lahir dari inisiatif warga dan tumbuh menjadi gerakan kolektif. 

Andreas juga menekankan pentingnya peran komunitas dan anak muda. Keterlibatan keluarga hingga lingkungan sekitar dinilai menjadi modal membangun kesadaran menjaga alam.

Salah satu target besarnya adalah menjadikan CMC Tiga Warna sebagai kawasan konservasi berbasis komunitas pertama yang masuk ke bursa karbon. 

Baca Juga: PPSN VI di Malang, Menag Beri Motivasi Santri Siap Hadapi Tantangan Zaman

Andreas menegaskan, manfaat ekonomi dari perdagangan karbon tidak boleh hanya dinikmati korporasi besar. Komunitas yang merawat hutan, mangrove, dan pesisir juga harus mendapat nilai ekonomi dari kerja mereka. 

“Tidak hanya perdagangan itu bisa dilakukan oleh korporasi, tetapi juga oleh komunitas. Intinya, mereka yang melakukan konservasi dan perawatan itu bisa mendapatkan manfaat ekonominya,” tegasnya. 

Ia menyebut, konservasi tidak cukup berhenti di menanam pohon. Warga yang terlibat dari proses tanam, rawat, hingga jaga kawasan harus diberi penghargaan dan manfaat ekonomi. 

Meski begitu, Andreas mengakui proses masuk bursa karbon tidak mudah. Dibutuhkan pengukuran, verifikasi, dan sertifikasi sesuai standar internasional. 

Baca Juga: Top 5 Berita: 3 Anggota DPRD Kader Gerindra hingga Kakek Tewas

“Targetnya tentu kita akan lihat. Mudah-mudahan CMC ini bisa menjadi yang pertama di bursa karbon yang berbasis komunitas. Kalau ini sudah bisa terwujud, maka akan dijadikan model atau direplikasi untuk yang lainnya,” katanya. 

Harap Jadi Model Nasional
Ke depan, model CMC diharapkan bisa direplikasi ke wilayah lain seperti Surabaya, Gresik, NTT, hingga Papua. 

Andreas juga mengajak semua kekuatan politik berkomitmen pada agenda merawat bumi. Baginya, kerusakan lingkungan sudah dirasakan masyarakat sehingga konservasi harus jadi bagian utama pembangunan. 

“Kita mengharap bukan hanya dari PDI Perjuangan, tetapi seluruh kekuatan politik untuk menjadikan merawat pertiwi ini sebagai wujud komitmen bersama dalam menyelamatkan bumi Indonesia,” pungkasnya.

Editor : Achmad Supriyadi
Berita Terbaru

Kapolri Kunjungi Museum Marsinah di Nganjuk, Kenang Perjuangan Pahlawan Buruh

Rombongan disambut Penasihat Kapolri Bidang Ketenagakerjaan sekaligus Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea.

Pembagian Tong Komposter di Tengah PR Sampah Surabaya

Kegiatan pembagian tong komposter pada Sabtu (17/10/2026) ini, diklaim jadi salah satu upaya mendorong pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga.

Kemnaker Buka Layanan MagangHub Batch 3 di Jakarta, Kuota 70 Ribu Peserta

Perusahaan yang ingin datang diminta konfirmasi kehadiran terlebih dahulu melalui kode QR di flyer kegiatan.

Green Action, Pemuda Kota Mojokerto Tanam Pohon di Taman Bahari Mojopahit

Aksi ini menjadi salah satu dukungan terhadap program Indonesia ASRI.

Perkuat Sinergi, Kapolri Temui Rais Aam PBNU di Surabaya

Kapolri didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dekananto Eko Purwono, serta sejumlah Pejabat Utama Mabes Polri.

Sentuhan Sirpu Betina, Senjata Rahasia Performa Gacoan di Gantangan

Harga ombyokan Sirpu di pasaran sebenarnya tergolong murah, hanya berkisar Rp25.000 hingga Rp35.000 per ekor.