Siapa Pemilik The Alana Hotel Surabaya?

Reporter : Achmad Supriyadi
The Alana Hotel Surabaya. (Dok. Selalu.id).

selalu.id - The Alana Hotel Surabaya menjadi perbincangan hangat hari ini, Rabu (30/9/2026) menyusul penggerebekan pesta narkoba yang digelar delapan orang yang tiga di antaranya tiga anggota DPRD dari Fraksi Gerindra dalam kamar hotel bintang empat tersebut.

Dari penelurusan di internet, The Alana Hotel Surabaya merupakan milik keluarga Noegroho Hari Hardono melalui PT Saraswanti Graha Indah, yang merupakan bagian dari Saraswanti Group.

Baca juga: Gerindra Jatim Siapkan Sanksi Pemecatan hingga PAW Bagi Kadernya yang Pesta Sabu di Surabaya

Untuk menajemen operasional, Archipelago International (sebelumnya dikenal sebagai Aston International) yang mengelola merek The Alana.

Hotel bintang empat ini berlokasi di Jalan Ketintang Baru I No. 10–12, Surabaya. Lokasinya, tak jauh dari tempat diskotek bahkan Polda Jawa Timur.

The Alana Hotel Surabaya merupakan salah satu pilihan akomodasi bintang empat yang paling diminati di kawasan Surabaya Selatan.

Hotel ini kerap dibuat acara event olahraga hingga pertemuan penting oleh pejabat di Kota Surabaya.

Hotel ini juga memiliki akses mudah ke area pameran dan hiburan seperti JX International (Jatim Expo) dan DBL Arena.

Untuk fasilitas, The Alana Hotel Surabaya menyediakan 162 kamar dan suite tertata apik dengan pilihan pemandangan kota, kebersihan yang terjaga, serta fasilitas minibar gratis di kamar tertentu.

Hotel ini juga menyediakan kolam renang semi-indoor di area atas yang ramah anak dan nyaman dari terik matahari.

Hotel ini juga menawarkan hidangan lezat khas nusantara dan internasional di Oryza Restaurant serta suasana santai di Phoenix Lounge & Bar.

Untuk kebugaran dan relaksasi, dilengkapi dengan pusat kebugaran (gym) serta fasilitas sauna dan spa untuk memulihkan kebugaran.

Baca juga: Penampakan The Alana Hotel Surabaya, Tempat Pesta Sabu Tiga Kader Gerindra

Diketahui sebelumnya, Communication (Marcom) The Alana Surabaya, William Sihombing, membenarkan insiden penangkapan yang terjadi di area operasional mereka. Pihaknya mengaku terus menjalin komunikasi intensif dengan aparat kepolisian.

"Benar, kami terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian," kata William kepada selalu.id, Rabu (30/9/2026).

William menceritakan, kedelapan tamu tersebut datang pada hari yang sama secara bertahap dan memesan tiga kamar langsung di lokasi (walk-in).

Pengelola sama sekali tidak mengendus iktikad para tersangka yang berniat menggelar pesta obat-obatan terlarang di dalam kamar.

"Mereka memesan tiga kamar. Kami tidak menyangka tamu-tamu ini menginap untuk berpesta narkoba," ungkapnya.

Baca juga: Soal Pesta Narkoba Kader Gerindra di Hotel The Alana Surabaya, Manajemen Cuma Bilang Gini

Peristiwa ini bermula saat Tim Satresnarkoba Polrestabes Surabaya menyergap lokasi pada Senin (28/9/2026) dini hari, menyusul aduan masyarakat terkait aktivitas mencurigakan.

Di lokasi kejadian, tim mengamankan delapan orang berinisial F, R, K, N, RO, U, AR, dan A.

Selain mengamankan para tersangka, korps bhayangkara turut menyita sejumlah barang bukti berupa satu plastik sisa sabu, dua butir pil ekstasi warna kuning, alat hisap (bong), korek api, serta bungkus rokok bekas tempat menyimpan barang haram tersebut.

Dari hasil tes urine, tujuh orang terbukti positif mengonsumsi ekstasi. Sementara tersangka N terdeteksi positif ganda, yakni sabu dan ekstasi.

Kepada penyidik, N mengaku memperoleh pasokan barang haram dari sosok berinisial C yang kini berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO).

Editor : Zein Muhammad

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru