selalu.id - Ratusan pendonor darah di Sidoarjo mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Penghargaan itu diberikan saat peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Palang Merah Indonesia yang digelar di Pendopo Delta Wibawa.
Para penerima penghargaan berasal dari berbagai kategori, mulai pendonor 50 kali, 75 kali, 100 kali, hingga 125 kali. Selain menerima piagam dan cinderamata, pendonor yang sudah 125 kali menyumbangkan darah juga mendapat hadiah sepeda gunung dari Pemkab Sidoarjo.
Baca juga: Antisipasi Penyakit Zoonosis, DPPP Sidoarjo Gelar Vaksinasi Rabies Gratis
Bupati Sidoarjo Subandi, mengatakan peran pendonor sangat vital dalam menjamin ketersediaan darah untuk layanan kesehatan warga.
"Atas nama Pemerintah Daerah kami sampaikan terima kasih. Panjenengan semua adalah pahlawan sosial yang ikut menjaga keselamatan masyarakat Sidoarjo," ujar Subandi, Sabtu (19/9/2026).
Menurut Subandi, bentuk apresiasi ini bukan hanya soal hadiah. Lebih penting, ini adalah bentuk penghormatan kepada warga yang dengan sukarela menjaga pasokan darah tetap tersedia.
"Selain piagam dan cinderamata, untuk pendonor 125 kali kami berikan sepeda gunung. Semoga bisa dipakai untuk olahraga agar tubuh pendonor semakin sehat," jelasnya.
Kegiatan tersebut juga dihadiri jajaran Forkopimda dan Ketua DPRD Sidoarjo, Abdillah Nasih. Penyematan penghargaan kepada pendonor menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian HUT ke-81 PMI di Sidoarjo.
Kebutuhan darah di daerah ini memang cukup tinggi. Data dari UTD PMI Sidoarjo mencatat, hingga September 2026 kebutuhan darah mencapai 34.074 kantong.
Pada semester I 2026, jumlah pendonor tercatat 29.088 orang dengan total produksi darah 51.744 kantong. Sementara sepanjang 2025, pendonor mencapai 47.113 orang. Produksi darahnya 112.391 kantong dengan kebutuhan sebanyak 65.148 kantong.
Salah satu pendonor yang diapresiasi adalah Slamet Kamaluddin (69) warga Desa Banjarkemantren, Kecamatan Buduran. Ia sudah mendonorkan darah sebanyak 130 kali sejak pertama kali donor di usia 27 tahun.
Baca juga: Jargas APBN Capai 29 Ribu Sambungan di Sidoarjo, Pemasangan Dipastikan Gratis
"Kalau ada jadwal donor rutin saya selalu ikut. Tujuannya biar badan tetap sehat. Sejak rutin donor saya alhamdulillah belum pernah kena penyakit dalam seperti diabetes," kata Slamet.
Konsistensinya sempat terhenti karena kondisi fisik. Ia pernah ditolak petugas karena kelelahan dan tensi mencapai 160.
"Waktu itu donor pagi ditolak karena tensi tinggi. Setelah istirahat, malamnya saya donor lagi di bus PMI depan GOR Sidoarjo," ceritanya.
Sementara, Ketua Bidang UTD PMI Sidoarjo, M Asik Yusa, menyebut stok darah di Sidoarjo sejauh ini masih aman. Pelayanan ditopang kerja sama dengan 49 rumah sakit, terdiri dari 30 RS di Sidoarjo dan 19 RS di luar daerah.
"Hingga Oktober 2026 akumulasi pendonor mencapai 28.000 kantong. Pemanfaatan untuk kebutuhan medis sampai semester pertama sekitar 24.000 kantong," jelasnya.
Baca juga: PMII Sidoarjo Bongkar Catatan RAPBD Perubahan 2026, Minta Pengesahan Ditunda
Asik menambahkan, kebutuhan darah juga dipengaruhi jenis golongan. Golongan O paling banyak dibutuhkan, dengan porsi 51 persen dari total permintaan.
"Kebutuhan golongan O paling tinggi. Alhamdulillah kebutuhan medis daerah bisa terpenuhi lewat jaringan kerja sama dengan 49 rumah sakit," ujarnya.
Setiap kantong darah juga melalui uji saring IMLTD untuk memastikan aman sebelum dipakai pasien. Pemeriksaan meliputi Hepatitis B, Hepatitis C, HIV, dan sifilis.
Selain darah, UTD PMI Sidoarjo juga mengelola plasma untuk fraksionasi. Tahun 2025 plasma yang dikirim mencapai 7.272 kantong. Semester I 2026 tercatat 7.136 kantong.
"Kami sudah mengirim 19.000 kantong plasma ke industri. Ini bagian dari upaya mendukung kemandirian obat nasional di 2027," pungkasnya.
Editor : Achmad Supriyadi