selalu.id - Rencana pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) di Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, mulai mendapat penolakan dari sejumlah kelompok masyarakat. Persoalan alih fungsi lahan hutan tersebut bahkan dibawa langsung ke Kantor Pemerintah Kabupaten Jember, Jumat (18/9/2026).
Gabungan Kelompok Tani Hutan (Gapoktanhut), aliansi warga, dan sejumlah aktivis menyampaikan aspirasi mereka terkait rencana pembangunan tersebut. Mereka meminta pemerintah memperhatikan kepentingan masyarakat lokal sebelum rencana itu dilanjutkan.
Baca juga: Bukan Cuma Datang dan Foto, Ini Alur Layanan Home Care Pemkab Jember untuk Pasien
Aspirasi massa diterima langsung Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait bersama Ketua DPRD Jember Ahmad Halim. Keduanya mendengarkan secara langsung sejumlah keberatan yang disampaikan perwakilan warga dan mahasiswa.
Gus Fawait menegaskan, Pemkab Jember tidak akan menutup ruang dialog bagi masyarakat yang memiliki pandangan berbeda terhadap rencana pembangunan Yon TP.
Menurutnya, persoalan tersebut harus dibicarakan bersama karena terdapat kewenangan di luar Pemerintah Kabupaten Jember yang berkaitan dengan keputusan pembangunan.
“Ini bukan murni kewenangan Pemerintah Kabupaten Jember, tetapi Pemerintah Kabupaten Jember tidak boleh melepaskan begitu saja,” tegas Gus Fawait.
Ia bahkan menyatakan siap membawa langsung perwakilan petani dan mahasiswa untuk bertemu dengan pihak yang memiliki kewenangan mengambil keputusan.
Gus Fawait meminta masing-masing kelompok menunjuk perwakilan agar persoalan tersebut dapat dibahas di tingkat yang tepat.
Baca juga: Kejati Jatim Tahan Tersangka Baru Korupsi KUR BNI Jember, Kerugian Negara 6,1 Miliar
“Kita bersama-sama menghadap kepada yang punya kewenangan untuk memutuskan apakah ini diteruskan atau tidak,” ujarnya.
Menurutnya, apabila persoalan hanya dibahas di tingkat Kabupaten Jember, penyelesaiannya berpotensi tidak menemukan titik terang karena kewenangan keputusan tidak sepenuhnya berada di tangan Pemkab Jember.
“Kalau kita hanya berdiskusi di Jember, ini tidak ada ujungnya karena kewenangan pun bukan sepenuhnya ada di bawah Pemerintah Kabupaten Jember,” katanya.
Di sisi lain, Gus Fawait menegaskan Pemkab Jember akan mengakomodasi seluruh aspirasi masyarakat, termasuk pihak yang mendukung maupun yang menolak pembangunan Yon TP.
Baca juga: Sekolah Lansia Tangguh di Jember Dorong Lansia Sehat, Mandiri dan Berdaya
Ia menyebut pemerintah daerah tidak ingin mengambil sikap sepihak sebelum aspirasi masyarakat disampaikan kepada pihak yang berwenang.
“Baik yang pro dan kontra, tapi saya akan antarkan perwakilan mahasiswa dan perwakilan petani, kita menghadap kepada pemerintah yang punya kewenangan memutuskan ini diteruskan atau tidak,” pungkasnya.
Dalam audiensi tersebut, Gus Fawait juga mengapresiasi aksi mahasiswa dan masyarakat yang berlangsung secara kondusif. Ia menilai penyampaian aspirasi melalui dialog menjadi bagian penting dalam mencari solusi atas persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
Kehadiran Bupati dan Ketua DPRD Jember sekaligus menunjukkan bahwa persoalan Yon TP Silo menjadi perhatian bersama antara unsur eksekutif dan legislatif, sebelum pembahasan lebih lanjut dilakukan dengan pihak yang memiliki kewenangan atas rencana tersebut.(ADV)
Editor : Achmad Supriyadi