selalu.id – Bupati Probolinggo Muhammad Haris melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waluyo Jati Kraksaan usai viral video pasien terlantar hingga meninggal dunia.
Identitas pasien yang meninggal dunia tersebut diketahui bernama Pauzi (52), warga Desa Alassumur Lor, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo.
Baca juga: Probolinggo Sae Carnival Pukau Ribuan Warga di Alun-alun Kraksaan
Gus Haris menginstruksikan Direktur RSUD Waluyo Jati Kraksaan, Yessy Rahmawati segera melakukan audit internal menyeluruh serta pencocokan kronologi antara klaim pihak keluarga pasien dan SOP rumah sakit.
Gus Haris menyebut, penanganan cepat ini diambil untuk menjaga kepercayaan masyarakat (public trust) terhadap fasilitas kesehatan daerah, sekaligus mengevaluasi pelayanan agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.
"Apapun yang viral dan dikeluhkan masyarakat harus kita kaji secara mendalam. Kita harus pastikan apakah ini murni kelemahan pelayanan, masalah personal tenaga medis, atau SOP yang tidak berjalan dengan benar," ujar Gus Haris, Senin (14/9/2026).
Saat sidak, Gus haris meminta penjelasan dari pihak RSUD mengenai kronologi sebenarnya terkait viralnya video pasien terlantar tersebut. Menurutnya, hal tersebut perlu dijabarkan dengan sangat jelas. Sehingga tidak muncul persepsi yang tidak diinginkan.
"Saya tadi sebelum sidak sudah komunikasi dengan pihak keluarga pasien, kami tanyakan kronologi sebenarnya bagaimana. Makanya, kami langsung sidak ke sini dan menanyakan ke pihak rumah sakit," ungkapnya.
Selain itu, ia juga akan menunggu hasil uadit sebelum memutuskan tindakan. "Jangan sampai pelayanan terhadap masyarakat seperti itu. Makanya saya tanyakan, pasien saat di rumah sakit seperti apa kondisinya. Artinya, saya tidak bisa semerta merta memutuskan apakah memang pihak rumah sakit yang salah atau sebaliknya. Nanti kami tunggu hasil auditnya keluar," jelasnya.
Sementara Direktur Utama RSUD Waluyo Jati dr Yessi Rahmawati mengatakan, dari pihaknya memang perlu adanya evaluasi terkait komunikasi terhadap pasien maupuan keluarga pasien.
"Kami menerima segala masukan tersebut dan saat ini telah berjalan proses audit yang mungkin berjalan selama tiga hari kedepan," terangnya.
Menjawab tuduhan penanganan yang lambat dan kendala rujukan, Yessi mengklaim bahwa penanganan medis telah diberikan sejak awal pasien tiba, termasuk tindakan penjahitan luka sementara serta pemasangan pen patah tulang.
Kemudian, terkait rujukan, menurut Yessy, pihaknya sebenarnya telah berupaya menghubungi enam rumah sakit rujukan untuk menangani trauma dada pasien yang membutuhkan dokter spesialis Bedah Thoraks Kardiovaskuler (BTKV).
Namun, seluruh rumah sakit tujuan dalam kondisi penuh. "Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan keluarga. Mengenai dokter spesialis yang menangani pasien," ucap Yessy.
Seperti diketahui, korban kecelakaan lalu lintas Pauzi (52) meninggal usai menjalani operasi di RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Korban masuk rumah sakit pada Selasa (8/9/26) malam. Di ruang IGD korban sempat menjalani penanganan awal dan pemeriksaan CT scan yang menunjukkan gegar otak ringan namun tanpa pendarahan otak.
Kondisi yang membuat pihak keluarg berang, korban harus menunggu selama lebih dari 30 jam untuk mendapatkan kepastian tindakan operasi, yang melibatkan 3 dokter spesialis sekigus.
Pauzi baru menjalani operasi pada Kamis (10/9/26) malam setelah dipindahkan ke Ruang Cempaka. Pasca operasi, pasien dipindahkan ke ruang ICU pada Jumat (11/9/26) dan dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu (12/9/26) malam.
Baca juga: ‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun
Editor : Achmad Supriyadi