selalu.id - Produk usaha mikro Sidoarjo mendapat panggung lebih luas untuk dikenal masyarakat. Lebih dari 60 pelaku UMKM ambil bagian dalam Gebyar UMKM Sidoarjo 2026 yang digelar di halaman utama Ciplaz Sidoarjo, Jumat (28/8/2026) malam.
Kegiatan yang dibuka Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana itu berlangsung selama tiga hari, mulai 28 hingga 30 Agustus 2026. Gebyar UMKM tersebut digelar bersamaan dengan Karnaval Ultima Yamaha sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari UMKM Nasional dan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Baca juga: Perayaan Kemerdekaan di Sidoarjo Diwarnai Aksi Peduli Korban Gempa NTT
Menurut Mimik, transaksi masyarakat menjadi salah satu bentuk dukungan nyata terhadap keberlangsungan usaha mikro. Terlebih, para pelaku UMKM tidak hanya membutuhkan ruang promosi, tetapi juga konsumen agar produk yang mereka hasilkan terus berkembang.
"Gebyar UMKM ini bukan sekedar pameran atau tempat jualan, tapi menjadi ruang bagi UMKM Sidoarjo untuk semakin dikenal, semakin berkembang dan naik kelas," ujarnya.
Ia juga meminta pelaku UMKM tidak berhenti melakukan inovasi. Perubahan pola konsumsi masyarakat membuat kemampuan promosi menjadi bagian penting dalam pengembangan usaha, terutama melalui media sosial.
"Jangan takut berinovasi, jangan menyerah dan lebih rajin promosi di media sosial. Karena sekarang jamannya sudah berubah. Jangan hanya bagus produknya tapi promosinya juga harus kreatif," tegasnya.
Puluhan pelaku usaha tersebut menempati sekitar 30 stan. Peserta berasal dari berbagai forum komunikasi, komunitas, keguyuban, serta unsur pelaku usaha mikro lainnya yang selama ini mendapat pembinaan dari Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo, Mochammad Hudori, mengatakan Gebyar UMKM tidak sekadar menjadi tempat bertemunya penjual dan pembeli. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk memperluas jaringan pemasaran sekaligus membuka peluang kerja sama antarpelaku usaha.
Baca juga: Sidoarjo Genjot Modal UMKM, BPR Delta Artha Salurkan Kurda Bunga 2 Persen ke Ribuan Debitur
"Gebyar UMKM 2026 ini dilaksanakan dalam rangka sarana promosi produk unggulan daerah, perluasan jaringan pemasaran, serta penguatan kolaborasi antara pelaku usaha," kata Hudori.
Ia menjelaskan, mayoritas peserta merupakan pelaku usaha mikro yang masih merintis dan mengembangkan bisnisnya. Kondisi tersebut membuat pembinaan tetap diperlukan agar mereka mampu meningkatkan kualitas produk sekaligus memperkuat daya saing di tengah persaingan pasar.
"Semua yang hadir ini memang dalam pembinaan keluarga kami, termasuk ada disabilitas dan forum komunitas yang lain," ujarnya.
Pembinaan tersebut dilakukan melalui pelatihan dan kurasi produk sebelum dipasarkan kepada masyarakat. Langkah itu dilakukan agar produk UMKM yang ditawarkan memiliki kualitas dan standar yang semakin baik.
Baca juga: Fenomena Sound Horeg di Sidoarjo: Dari Swadaya Puluhan Juta hingga Ujian Ketertiban
"Kita adakan pelatihan dan kurasi agar produk bisa memenuhi standar, sehingga konsumen merasa aman dan nyaman menggunakan produk UMKM," jelasnya.
Hudori menyebut perkembangan sebagian UMKM Sidoarjo bahkan telah melampaui pasar lokal. Sejumlah produk sudah menjangkau pasar nasional dan internasional. Salah satunya produk kerajinan yang mendapat kesempatan dibawa hingga ke Paris.
Selain bazar produk UMKM, rangkaian kegiatan juga dimeriahkan berbagai agenda hiburan dan aktivitas masyarakat. Di antaranya lomba mewarnai, senam Gerak Ceria, lomba memasak, servis murah Yamaha.
Editor : Redaksi