Soal Temuan Limbah Medis di Exit Tol Tambaksumur Sidoarjo, RSUD Eka Candrarini Bilang Begini

Reporter : Ade Resty
Penampakan limbah medis jarum suntik yang ditemukan di exit Tol Tambaksumur Sidoarjo. (Dok. Tangkapan layar).

selalu.id - Temuan ribuan limbah medis, termasuk jarum suntik di saluran air kawasan exit Tol Tambaksumur, Sidoarjo, menyeret nama RSUD Eka Candrarini (EC) Surabaya. 

Salah satu temuan di lokasi terdapat kertas bertuliskan identitas rumah sakit tersebut.

Baca juga: RSUD Eka Candrarini Surabaya Klaim Limbah di Exit Tol Tambaksumur Sidoarjo Diangkut Pihak Ketiga

RSUD Eka Candrarini membantah limbah medis yang ditemukan itu berasal dari fasilitas mereka. Pihak rumah sakit menyebut pengelolaan limbah medis selama ini dilakukan melalui pihak ketiga dan dicatat dalam sistem elektronik milik Kementerian Lingkungan Hidup.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh mengatakan, pihaknya langsung menindaklanjuti informasi mengenai temuan limbah medis tersebut.

Menurutnya, Pemkot Surabaya memiliki kerja sama dengan PT Wastec International untuk pengelolaan dan pengangkutan limbah medis, termasuk limbah padat serta limbah tajam.

“Limbah medis (jarum suntik) itu tidak mungkin jarum dan disposibelnya itu jadi satu. Jadi setelah suntik jarum itu kita lepas, masuk ke dalam kotak kuning untuk menghindari adanya orang tertusuk jarum,” jelas Billy, Rabu (26/8/2026).

Billy menilai temuan di lokasi perlu didalami karena jarum suntik yang ditemukan masih dalam kondisi menyatu dengan bagian disposablenya. 

Sementara itu, identitas RSUD EC yang ditemukan disebut berasal dari kertas yang digunakan sebagai pembungkus obat.

“Yang ditemukan itu masih gandeng semua dan identitas RSUD EC itu kalau pasien pulang dapat resep pasti dapat identitas RS EC,” katanya.

Billy menyebut jenis atau merek spuit yang ditemukan tidak pernah digunakan dalam pengadaan RSUD Eka Candrarini.

Baca juga: Limbah Medis Berserakan di Exit Tol Tambaksumur Sidoarjo, Disebut dari RSUD Eka Candrarini

“Bukan milik RSUD EC karena tidak pernah pengadaan dengan merek tersebut,” tegasnya.

Saat ini, Dinkes bersama RSUD Eka Candrarini dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya melakukan penelusuran terkait temuan tersebut. Pemeriksaan juga dikoordinasikan dengan DLH Kabupaten Sidoarjo.

Direktur Utama RSUD Eka Candrarini, dr. Listyorini Rarasingtyas mengatakan, limbah medis dari rumah sakit tidak dibuang secara langsung. Jarum suntik bekas, dilepas dan dimasukkan ke wadah khusus atau safety box.

RSUD Eka Candrarini juga bekerja sama dengan PT Wastec International untuk mengangkut dan mengelola limbah B3 dan limbah medis.

“Setiap kotak limbah tajam itu nanti ditimbang, kemudian dibawa oleh PT Wastec International. Kita tidak pernah membuang limbah medis di luar, semua diambil oleh PT Wastec International,” papar Listyorini.

Baca juga: Jalan Krian-Kemangsen Sidoarjo Bakal Ditutup Total, Pengendara Diimbau Lewat Jalur Ini

Ia menjelaskan, proses pengambilan limbah dilakukan secara berkala. Pengambilan, penimbangan hingga pelaporan limbah disebut terdokumentasi melalui manifes.

Listyorini juga menjelaskan soal kertas bertuliskan RSUD EC yang ditemukan di lokasi. Menurut dia, kertas tersebut merupakan bagian dari kantong obat rawat jalan yang digunakan rumah sakit.

“Jadi memang diberikan kantong kertas berlogo RSUD EC yang berisi obat. Dan yang kami lihat itu sobekan dari bungkus kantong obat itu,” jelasnya.

Listyorini menegaskan limbah medis yang ditemukan di Sidoarjo bukan berasal dari RSUD Eka Candrarini. Ia menyebut rumah sakit tidak melakukan pembuangan limbah medis secara mandiri.

“Bukan. Kalau kita pengelolaannya sudah dengan PT Wastec International, kita tidak pernah membuang sendiri dan sesuai keamanan dan prosedur Kemen LH,” tegasnya.

Editor : Zein Muhammad

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru