PDIP Surabaya Masih Bungkam soal Kadernya yang Diduga Asik Ngegim saat Rapat Paripurna

Reporter : Ade Resty
Penampakan anggota DPRD Surabaya berinisial S yang diduga asik ngegim saat rapat Paripurna. (Dok. Selalu.id).

selalu.id - DPC PDI Perjuangan (PDIP) Surabaya hingga kini belum memberikan tanggapan terkait salah satu kadernya berinisial S yang diduga asik main gim di handphonenya saat Rapat Paripurna DPRD Surabaya, Senin (27/7/2026) kemarin.

Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri yang juga menjabat Sekretaris DPC PDIP Surabaya saat dikonfirmasi hingga kini belum memberikan jawaban.

Baca juga: Polemik Jam Operasional Pasar Tanjungsari, DPRD Surabaya: Kalau Perlu Perdanya Diubah!

Begitupun Ketua DPC PDIP Surabaya Armuji saat dihubungi juga tidak merespons sama sekali.

Diketahui, salam Rapat Paripurna tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri bersama Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, dan Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah.

Dalam Rapat Paripurna yang digelar di lantai 3, itu terlihat salah satu anggota DPRD Surabaya berinisial S dari fraksi PDI Perjuangan diduga tengah asik bermain gim di ponselnya di tengah jalannya sidang penting.

Bahkan, anggota dewan itu diduga terus melanjutkan permainannya hingga Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri mengetuk palu tanda berakhirnya rapat paripurna.

Baca juga: Nenek yang Dirampok Itu Tetangga Wakil Ketua DPRD Surabaya, Minta Pelaku Segera Ditangkap

Saat dikonfirmasi, anggota dewan berinisial S itu cuma menjawab singkat. Enggan menanggapi lebih jauh.

"Lagi rapat partai," jawabnya.

Pengamat Politik Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Ken Bimo Sultoni, menilai dugaan anggota DPRD bermain gim saat rapat paripurna tidak bisa dipandang sebagai persoalan pribadi semata. 

Baca juga: Nenek Penjual Rujak di Surabaya jadi Korban Perampokan Sadis, Emas 30 Gram Raib

Menurutnya, hal itu perlu menjadi bahan evaluasi bagi DPRD maupun partai politik yang menaungi anggota dewan tersebut.

“Kalau memang benar anggota DPRD Surabaya bermain gim saat rapat paripurna, tentu ini menjadi catatan serius dari sisi etika. Mereka adalah pejabat publik yang membawa mandat masyarakat, sehingga perilakunya juga menyangkut marwah lembaga DPRD,” kata Ken Bimo kepada selalu.id, Senin (27/7/2026).

Editor : Zein Muhammad

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru