Pemkab Sidoarjo Perkuat Gerakan Masyarakat Lawan Narkoba dalam Peringatan HANI 2026

Reporter : Ariyanto
Sosialisasi (P4GN) di Lapangan Desa Wonokalang, Kecamatan Wonoayu (Dok. Diskominfo Sidoarjo).

selalu.id - Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat Kabupaten Sidoarjo. 

Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus memperkuat langkah pencegahan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, lingkungan, hingga pemerintah desa.

Baca juga: 75 LC Diamankan di Warung Pangku Jabon Sidoarjo Ternyata Banyak Dari Kota Ini

Komitmen itu kembali ditegaskan Bupati Sidoarjo Subandi saat menghadiri Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) yang dirangkai dengan Jalan Sehat Anti Narkoba dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 di Lapangan Desa Wonokalang, Kecamatan Wonoayu, Minggu (5/7/2026).

Dalam momen tersebut, Subandi menaruh perhatian terhadap Kecamatan Wonoayu yang disebut sebagai wilayah dengan jumlah kasus narkoba tertinggi kedua di Kabupaten Sidoarjo. 

Menurutnya, kondisi itu menjadi pengingat bahwa upaya pemberantasan narkoba harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya melalui penindakan hukum, tetapi juga lewat penguatan peran masyarakat.

"Narkoba menjadi musuh nyata yang merusak masa depan bangsa. Pencegahan tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Kita semua harus bergerak bersama melakukan pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba," jelas Subandi.

Ia menilai keterlibatan keluarga memiliki peran penting dalam mendeteksi sejak dini perubahan perilaku anggota keluarga yang mengarah pada penyalahgunaan narkoba.

Kepedulian warga di lingkungan RT, RW, hingga desa juga dinilai menjadi benteng awal untuk mempersempit ruang gerak peredaran narkotika.

Baca juga: Puluhan LC Diamankan dari Warung Pangku Jabon Sidoarjo Ada yang Terindikasi Sifilis

Subandi mengajak seluruh masyarakat Desa Wonokalang menjaga semangat kebersamaan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari narkoba.

"Mari kita mulai dari keluarga, kemudian lingkungan, RT, RW, hingga desa. Saya yakin apabila semangat kebersamaan ini terus dijalankan, kita bisa melindungi generasi muda dan mewujudkan Sidoarjo yang bebas dari narkoba," katanya.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala BNN Kabupaten Sidoarjo Kombes Pol. Gatot Soegeng Soesanto, Kepala Bakesbangpol Kabupaten Sidoarjo Fredik Suharto, Camat Wonoayu Anwar, Kepala Desa Wonokalang Sujarwoto, Kapolsek Wonoayu, Danramil Wonoayu, serta jajaran Forkopimka Wonoayu.

Rangkaian peringatan HANI 2026 juga diisi dengan jalan sehat yang melibatkan masyarakat. Bagi Subandi, kegiatan tersebut memiliki makna lebih dari sekadar olahraga bersama. 

Baca juga: Warung Pangku Jabon Sidoarjo Dirazia, Amankan 75 LC dan Ratusan Miras

Subandi menilai partisipasi masyarakat dalam jalan sehat menjadi simbol komitmen bersama untuk menolak penyalahgunaan narkoba.

"Kegiatan jalan sehat pagi ini bukan sekadar olahraga massal. Ini adalah simbol perlawanan dan ketegasan warga Sidoarjo terhadap narkoba," ungkapnya.

"Kita ingin menunjukkan bahwa masyarakat Sidoarjo adalah masyarakat yang sehat fisiknya, bersih pikirannya, dan menolak keras penyalahgunaan narkoba. Saya minta seluruh warga menjadi agen perubahan di lingkungannya masing-masing," tambah Subandi.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berharap gerakan pencegahan narkoba tidak berhenti pada sosialisasi semata, tetapi mampu membangun kepedulian masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkotika.

Editor : Zein Muhammad

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru