Mayat Perempuan dalam Sumur Diduga Korban Pembunuhan, Kenal Pelaku dari Aplikasi Perjodohan

Reporter : Inung
Evakuasi jasad perempuan di dalam sumur di Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo (foto:Inung/selalu.id)

selalu.id - Pihak Polres Probolinggo telah membongkar identitas mayat yang ada di sumur Desa Alassumur Kulon, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo pada Sabtu (4/7/2026). Temuan ini juga disertai dengan diringkusnya terduga pelaku di Desa Alaskandang, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo.

Dari hasil penyelidikan sementara, korban diduga dibunuh setelah bertemu dengan pelaku yang dikenalnya melalui aplikasi perjodohan.

Baca juga: Terbongkar, Mayat Wanita di Dalam Sumur Probolinggo Merupakan Korban Pembunuhan 

‎Korban diketahui meninggalkan rumah pada 30 Mei 2026 dengan alasan membeli ayam geprek menggunakan sepeda motor Honda Beat warna biru hitam bernomor polisi N 2068 OU. Namun hingga keesokan harinya korban tak kunjung pulang sehingga keluarga melaporkan kehilangan ke Polsek Bantaran.

‎Beberapa waktu setelah laporan dibuat, sepeda motor korban ditemukan di aliran Sungai Randu Merak, Kecamatan Paiton. Temuan itu semakin menguatkan dugaan bahwa korban menjadi korban tindak kejahatan.

‎"Jadi kemarin itu kami melakukan penyelidikan, gelar perkara, dan akhirnya mengerucut kepada pelaku. Itu berdasarkan cerita dari saksi-saksi yang kami periksa," ungkap Kapolsek Kraksaan Kompol Masykur.

‎Dari keterangan para saksi, polisi kemudian berhasil mengidentifikasi salah satu nama yang diduga terlibat.

"Awal keterangan saksi menyebut satu nama pelaku. Dari sana tim bergerak cepat menyusun pencarian terduga pelaku," katanya.

Baca juga: Mayat Misterius dalam Sumur di Probolinggo Itu Wanita, Korban Pembunuhan?

Tim gabungan kemudian bergerak dan berhasil menangkap kedua pelaku di rumah masing-masing. Setelah diinterogasi, pelaku mengakui telah menghabisi korban. Pelaku dengan keji menelanjangi korban, membakar bajunya, kemudian membuang jasad korban ke dalam sumur.

‎Hasil penyelidikan sementara menunjukkan korban meninggal akibat dicekik. Selain itu, penyidik juga mendalami dugaan adanya kekerasan seksual sebelum korban dibunuh.

‎"Korban tewas akibat cekikan. Kemungkinan korban juga mendapat kekerasan seksual," ujar Kompol Masykur.

Baca juga: 7 Fakta Pembunuhan Janda Jombang di Surabaya, Nomor 4 dan 5 Bikin Penasaran

‎Polisi juga mengungkap bahwa korban dan salah satu pelaku saling mengenal melalui sebuah aplikasi perjodohan. Setelah berkomunikasi, keduanya sepakat bertemu pada malam 30 Mei 2026, yang diduga menjadi awal peristiwa tragis tersebut.

‎"Kemungkinan korban dibunuh pada tanggal 30 Mei 2026 malam atau satu bulan lebih saat pertemuan antara korban dengan pelaku, " pungkasnya.

‎Hingga kini, Satreskrim Polres Probolinggo masih terus melakukan pendalaman untuk mengungkap motif pembunuhan sekaligus memastikan kemungkinan adanya pelaku lain yang turut terlibat dalam kasus pembunuhan sadis tersebut.

Editor : Redaksi

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru