selalu.id - Meski wilayahnya terbilang mungil dan minim kekayaan alam, Kota Mojokerto menjadi pilihan bagi peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan LXVI dari LAN RI dalam rangka Kunjungan Lapangan Pendalaman Policy Brief.
Hal tersebut tak lepas berbagai kebijakan yang diterapkan di Kota Mojokerto, sehingga kota kecil ini menyulap keterbatasan menjadi segudang prestasi.
Baca juga: Pemkot Mojokerto Siapkan Ratusan Juta Septic Tank Bagi Warga MBR
Kepada para peserta PKN Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari memaparkan bahwa di Kota Mojokerto umkm merupakan tulang punggung perekonomian daerah.
Oleh karena itu afirmasi terhadap UMKM harus terus diperkuat agar mampu bertahan, tumbuh, dan naik kelas di tengah berbagai tantangan global.
Pemerintah Kota Mojokerto secara konsisten melaksanakan berbagai program penguatan umkm, antara lain melalui pelatihan upscalling, pelatihan packaging dan branding, pelatihan digital marketing, coaching clinic, fasilitasi promosi melalui berbagai event regional maupun nasional, serta fasilitasi sertifikasi produk secara berkelanjutan.
“Khusus untuk sektor makanan dan minuman, dari total 4.649 UMKM, sebanyak 3.430 usaha atau 73,8 persen telah memiliki sertifikat halal. Sedangkan 1.219 usaha lainnya terus kami fasilitasi melalui skema self declare bekerja sama dengan bpjph,” terang Ning Ita sapaan akrab Wali kota Mojokerto di Ruang Sabha Mandala Madya, Balaikota Mojokerto, Kamis (25/6/2026).
Keberhasilan berbagai upaya penguatan ekonomi kerakyatan tersebut turut tercermin dari capaian pertumbuhan ekonomi kota mojokerto yang terus menunjukkan tren positif.
Pada tahun 2025, pertumbuhan ekonomi kota mojokerto mencapai 5,34 persen, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 5,32 persen.
Bahkan, pada triwulan i tahun 2026, pertumbuhan ekonomi kota mojokerto mampu mencapai 6,05 persen, berada di atas capaian pertumbuhan ekonomi nasional maupun provinsi jawa timur.
Capaian ini menunjukkan bahwa strategi penguatan umkm, koperasi, industri kecil dan menengah, serta pengembangan ekonomi kreatif yang dilaksanakan secara kolaboratif telah memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kinerja perekonomian daerah.
Baca juga: Demo Mahasiswa di Mojokerto Memanas, Saling Dorong hingga Blokir Jalan
"Tentu capaian ini tidak menjadikan kami berpuas diri. Justru hal tersebut menjadi motivasi bagi pemerintah kota mojokerto untuk terus memperkuat fondasi ekonomi daerah agar semakin adaptif, inklusif, dan berdaya tahan dalam menghadapi berbagai tantangan dan disrupsi global,” tegas Ning Ita.
Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kapasitas ASN Lembaga Administrasi Negara RI, Tri Widodo Wahyu Utomo menerangkan bahwa PKN ini adalah sebuah pelatihan untuk membentuk karakter dan kapasitas seorang pemimpin, dan Kota Mojokerto dapat disebut sebagai laboratorium kepemimpinan.
"Artinya bagaimana kebijakan yang disusun oleh para pemimpinnya itu bisa diimplementasikan dan menghasilkan dampak bagi kemajuan daerah maupun kesejahteraan masyarakatnya,” terangnya.
Tri menuturkan kemajuan-kemajuan Kota Mojokerto yang luar biasa termasuk pertumbuhan ekonomi yang bahkan jauh lebih lebih tinggi daripada rata-rata Jawa Timur maupun rata-rata nasional.
Kehidupan sosial, ekonomi dari rakyat yang bergerak luar biasa sehingga menjadikan kota Mojokerto sebagai simpul dari pertumbuhan ekonomi di wilayah Jawa Timur bahkan juga di Indonesia akan menjadi best practice bagi para peserta.
Baca juga: Ribuan Buruh Pakerin di Mojokerto Kembali Gelar Demo: Tuntut Upah, Blokade Jalan
“Kami ingin menggali best practices yang ada di sini untuk kemudian kita analisis, kita kembangkan menjadi sebuah rekomendasi kebijakan yang nanti akan kita sampaikan kepada stakeholder kebijakan di tingkat pusat terutama,” katanya.
Wali Peserta PKN Tingkat I Angkatan LXVI (66) Tahun 2026 LAN RI, Hendriyanto Hadi Tjahyono menjelaskan rekomendasi kebijakan yang untuk angkatan ini spesifik untuk tiga hal, menguatkan UMKM, kemudian tata kelola koperasi Desa Merah Putih, dan yang ketiga itu hilirisasi industri kecil menengah.
“Untuk penyusunan policy brief terkait dengan tiga aspek tadi itu kami melihat bahwa di Mojokerto ini banyak contoh-contoh, best practice itulah makanya kita datang ke Mojokerto,” jelas Widyaiswara Ahli Utama pada Lembaga Administrasi Negara.
Sebagai informasi tambahan, dalam rangkaian Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan LXVI Tahun 2026 ini, para peserta dijadwalkan melakukan kunjungan lapangan ke beberapa lokus strategis, yakni Sentra IKM Maja Barama Wastra dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Gunung Gedangan.
Kota Mojokerto sendiri bukan kali pertama menjadi tujuan studi lapangan, sebab pada tahun 2024 lalu, kota ini juga telah menjadi lokus bagi Studi Lapangan Peserta PKA Angkatan III.
Editor : Zein Muhammad