selalu.id - Indonesia telah membuka gerbang penerbangan internasional secara menyeluruh, salah satunya di Bandara Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur.
Kanwil Kemenkumham Jatim selaku motor penggerak Tim Pengawasan Orang Asing (Tim PORA) mengantisipasi pembukaan gerbang negara secara menyeluruh.
.
"Kami terus menjalin komunikasi dan koordinasi secara intens dengan stakeholder terkait," ujar Kabid Intelejen dan Penindakan Keimigrasian, Junaedi, saat rapat koordinasi tingkat provinsi, (24/3/2022).
Junaedi mengatakan, pembatasan orang asing masuk wilayah Indonesia sedikit demi sedikit mulai dibuka kembali. Yakni dengan memperluas cakupan orang asing yang diperbolehkan masuk wilayah Indonesia. Bahkan untuk di Bali dan Batam telah diberlakukan pemberian visa kunjungan saat kedatangan (visa on arrival).
"Dan tidak menutup kemungkinan dalam waktu dekat pemberlakuan pemberian Visa Kunjungan Saat Kedatangan pada bandara-bandara Internasional lainnya dengan berbagai tujuan," terangnya.
Jawa Timur memiliki beberapa pintu gerbang internasional, baik bandar udara maupun bandar laut. Sentimen positif ini, kata dia, harus direspon seluruh elemen pemerintah. Termasuk di bidang pengawasan keberadaan dan kegiatan orang asing.
"Yaitu dengan menyiapkan langkah-langkah yang komprehensif dalam rangka mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)," jelasnya.
Baca juga: Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri
Meski demikian, Junaedi menegaskan bahwa segala aspek kemudahan perizinan harus diimbangi dengan aspek pengamanan. Ia menyinggung kejadian akhir-akhir ini, yaitu maraknya aksi unjuk rasa pengungsi asal Afganistan pada instansi pemerintah dan perwakilan negara asing.
"Bahkan dilakukan di tempat umum yang dimungkinkan menimbulkan kerawanan konflik sosial," tegasnya.
Untuk itu, berkaca dari kejadian tersebut, perlu dilakukan pencegahan dampak negatif akibat keberadaan dan kegiatan orang asing di Jawa Timur. Yaitu dengan meningkatkan sinergitas dan kolaborasi pengawasan orang asing secara terkoordinasi.
Baca juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang
"Kami harap melalui wadah Tim PORA ini, kita bisa menyusun langkah-langkah strategis dalam penguatan sinergitas dan kolaborasi dalam rangka pencegahan akses-akses perlintasan, keberadaan dan kegiatan orang asing di Indonesia," tegasnya.
Saat ini, terdapat 8.137 orang asing di Jatim. Lebih dari separuhnya berada di daerah Malang Raya yaitu sebanyak 4.657 orang asing. Mayoritas merupakan WN Tiongkok (1.478). Diikuti WN Malaysia (890) dan WN Korea Selatan (692).
Sedangkan untuk pengungsi internasional terdapat 416 orang yang sebaian besar berasal dari Afghanistan. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi