selalu.id - Hingga hari ketiga operasional pemulangan atau debarkasi musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya mencatat masih ada dua jamaah asal Jawa Timur yang belum bisa dibawa pulang ke Tanah Air.
Kedua jemaah tersebut masih harus menjalani perawatan medis di rumah sakit Arab Saudi karena kondisi kesehatan yang belum memungkinkan untuk diterbangkan.
Baca juga: Perkuat Konsolidasi di Jawa Timur, Ali Mufthi Pastikan Golkar Hadir Melayani Rakyat
Kedua jemaah yang masih tertinggal itu adalah Abdul Djala (67), asal Kabupaten Probolinggo dari Kloter 1, yang kini dirawat di RS Al-Noor akibat penyakit diabetes yang dideritanya.
Satu lainnya adalah Mohammad Dzikri Muiz (65), juga warga Probolinggo dari Kloter 4, yang masih menjalani penanganan medis di RS Jeddah karena mengidap kanker.
“Kami terus memantau perkembangan kondisi kedua jamaah ini melalui koordinasi intensif dengan tim kesehatan dan perwakilan haji Indonesia di sana. Harapan kami, keduanya segera pulih dan bisa dipulangkan dalam keadaan sehat secepatnya,” kata Ketua PPIH Debarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, Rabu (3/6/2026).
Sampai hari ketiga pelaksanaan debarkasi atau per 3 Juni 2026, Debarkasi Surabaya baru saja menerima kedatangan 10 kelompok terbang (kloter).
Jumlah jamaah dan petugas yang telah tiba di tanah air tercatat sebanyak 3.791 orang. Angka ini setara dengan sekitar 9 persen dari total 44.000 orang yang direncanakan pulang melalui pintu kedatangan Surabaya, yang terdiri dari 43.237 jamaah, petugas daerah, pembimbing ibadah, dan tenaga pendukung.
Rinciannya, ada 3.723 jamaah yang sudah kembali, terdiri dari 1.817 laki-laki dan 1.906 perempuan. Selain itu, telah tiba pula 18 Petugas Haji Daerah, 10 Pembimbing Ibadah, serta 40 petugas kloter.
Dari catatan panitia, dalam gelombang kedatangan awal ini, tujuh kloter tiba sesuai jadwal, namun tiga kloter lainnya mengalami keterlambatan.
Baca juga: Sambangi Bawean, Golkar Jatim Serap dan Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Pulau
Penyebab keterlambatan tidak dijelaskan secara rinci, namun pihak panitia menyatakan terus berkoordinasi dengan maskapai dan otoritas bandara agar alur penerbangan ke depan kembali lancar dan tepat waktu.
Selama proses pemulangan tahap awal ini, tercatat pula adanya sembilan mutasi keluar. Rinciannya, lima jamaah meninggal dunia di Arab Saudi, dua lainnya harus menjalani perawatan di sana, serta dua kursi kosong.
Sementara itu, jumlah kursi kosong atau open seat yang tercatat hingga saat ini berjumlah sembilan kursi.
Meski ada sejumlah kendala dan catatan khusus, As’adul Anam menegaskan bahwa secara umum pelayanan di Asrama Haji Kelas I Surabaya berjalan tertib.
Seluruh aspek layanan mulai dari penyambutan di bandara, akomodasi di asrama, hingga pengantaran ke daerah asal terus dioptimalkan demi kenyamanan jamaah.
Baca juga: Operasional Kepulangan Jemaah Haji Jatim di Debarkasi Surabaya Tuntas
“Alhamdulillah, hingga saat ini pelayanan berjalan aman dan nyaman sesuai standar. Kami pastikan tidak ada kendala berarti yang mengganggu proses kepulangan jamaah ke rumah masing-masing,” tegasnya.
Seperti diketahui, pada musim haji tahun ini, Debarkasi Surabaya mencatat rekor usia jamaah yang cukup unik.
Jemaah termuda tercatat atas nama Novelia Madinatun Nur Haffifi (13), asal Bondowoso yang tergabung dalam Kloter 86.
Di sisi lain, jemaah tertua yang berangkat dan kini tengah dalam proses pemulangan adalah Marsiyah Salim (104) asal Kediri dari Kloter 112.
Editor : Zein Muhammad