selalu.id - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal (Kanwil Ditjen) Perbendaharaan Jawa Timur mencatat program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) terus menunjukkan perkembangan hingga semester pertama 2026.
Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Jatim, Saiful Islam mengatakan pelaksanaan program MBG kini semakin selektif.
Baca juga: Emak-emak HMD Gemas Surabaya Gelar Aksi Dukung Program MBG, Cuma Pura-pura atau Terpaksa?
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak memenuhi standar layanan Badan Gizi Nasional (BGN) akan dikeluarkan dari ekosistem program.
“Kalau ada SPPG yang tidak bisa deliver sesuai standar, maka akan dievaluasi bahkan dikeluarkan dari program,” tegas Saiful dalam keterangannya, Jumat (29/5/2026).
Ia menjelaskan, anggaran MBG dikelola langsung oleh BGN pusat. Hingga akhir April 2026, dana operasional yang telah digelontorkan untuk pelaksanaan MBG di Jawa Timur diperkirakan mencapai sekitar Rp7 triliun.
Baca juga: Respon DPRD dan Pemkab Sidoarjo saat Didemo Soal Program MBG
Sementara untuk program Koperasi Desa Merah Putih, tercatat terdapat 8.494 koperasi di Jawa Timur yang tengah dipersiapkan.
Dari jumlah tersebut, sekitar 2.516 koperasi disebut telah siap 100 persen beroperasi.
Saiful menambahkan, skema pembiayaan KDMP nantinya dilakukan melalui mekanisme cicilan dari dana transfer desa selama enam tahun. Pembayaran akan dikelola melalui BUMN Agrinas tanpa membebani desa di awal pembangunan.
Baca juga: Ratusan Buruh Geruduk DPRD Jatim, Tuntut Program MBG hingga SPMB
“Jadi desa tidak mengeluarkan biaya langsung. Nanti sebagian dana transfer desa dipotong bertahap untuk membayar pembangunan koperasi,” katanya.
Pemerintah pusat kini terus melakukan monitoring dan evaluasi agar pelaksanaan KDMP benar-benar memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat desa.
Editor : Zein Muhammad