selalu.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mulai memetakan munculnya titik-titik rawan kekeringan di sejumlah wilayah seiring perubahan cuaca yang mulai terjadi di Jatim.
Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Gatot Soebroto mengatakan, saat ini pihaknya terus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat melalui pelatihan mitigasi bencana, pemasangan rambu evakuasi hingga penguatan sumber daya manusia di tingkat desa.
Baca juga: 440 Titik Genangan Sudah Tuntas, Pemkot Surabaya Sebut Banjir Tak Akan Selesai Tanpa Langkah Pusat
“Masyarakat harus bisa bergerak lebih dulu sebelum petugas datang. Karena saat bencana terjadi, petugas tidak mungkin langsung menjangkau semuanya,” katanya, Senin (25/5/2026).
Menurut Gatot, potensi kerawanan bencana di Jawa Timur telah dipetakan bersama sejumlah pihak, termasuk Dinas PU.
Tercatat terdapat sekitar 400 titik rawan yang tersebar di beberapa desa, mulai dari banjir, longsor hingga potensi kekeringan.
Baca juga: Ketika Kota DIbangun untuk Beton, Bukan untuk Air
BPBD Jatim sendiri fokus pada penanganan tanggap darurat jangka pendek, sementara pembangunan infrastruktur permanen menjadi kewenangan Dinas Pekerjaan Umum.
“Kalau penanganan fisik jangka panjang itu di PU. Kami lebih ke penanganan darurat dan penguatan kesiapsiagaan masyarakat,” jelasnya.
Gatot menambahkan, meski musim hujan masih terjadi secara parsial, masyarakat tetap diminta waspada, terutama di wilayah sekitar bendungan dan kawasan rawan longsor.
Baca juga: Bikin Ngelus Dada, Ternyata Ini Penyebab Surabaya Banjir Hari Ini
Ia juga menyoroti tantangan penyediaan sumber air di daerah pegunungan yang membutuhkan pengeboran hingga ratusan meter.
“Di pegunungan sebenarnya ada sumber air, tapi kedalamannya bisa 100 sampai 400 meter. Biaya pengeborannya juga cukup besar,” sebut Gatot.
Editor : Zein Muhammad