Warung Kopi di Awang-awang Mojokerto Ludes Terbakar

Reporter : Achmad Supriyadi
Petugas Damkar Kabupaten Mojokerto saat melakukan pemadaman. (Foto: Supri/selalu.id).

selalu.id - Sebuah warung kopi di Desa Awang-awang, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, hangus terbakar dan rata dengan tanah, Selasa (19/5/2026).

Bangunan yang terbuat dari kayu itu membuat api cepat melalap warung kopi tersebut.

Baca juga: 1.500 Pelari Ramaikan Majapahit Run 2026 di Hari Jadi Kota Mojokerto ke-108

Kepulan asap tebal terlihat membumbung tinggi dari lokasi kejadian sebelum petugas pemadam kebakaran datang melakukan penanganan.

Salah satu saksi mata, Misto, mengatakan bahwa saat tiba di lokasi, api sudah terlihat berkobar dari bagian belakang bangunan warung.

"Saya datang ke sini sudah ada api di bagian belakang," katanya.

Beruntung, saat kebakaran terjadi warung dalam keadaan kosong sehingga tidak menimbulkan korban luka maupun jiwa.

"Kondisi warung sedang kosong semua," jelas Misto.

Ia mengaku belum mengetahui penyebab pasti kebakaran yang menghanguskan seluruh bangunan tersebut.

Baca juga: Ngawurnya Pembuangan Limbah Tetes PT Enero di Mojokerto, Baunya Menyengat

"Penyebabnya tidak tahu, warungnya terbakar semua," ujarnya.

Sementara itu, Komandan Regu Damkar Pos Mojosari, Supanggih mengatakan bahwa timnya langsung bergerak menuju lokasi usai menerima laporan dari warga.

"Lima personil kami terjunkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman dengan dua unit mobil Damkar," katanya.

Menurut Supanggih, bangunan yang terbakar memiliki luas sekitar 30 x 6 meter. Petugas harus berjibaku memadamkan api karena material kayu membuat kobaran cepat merembet ke seluruh bagian warung.

Baca juga: Rakernas Apeksi di Medan, Wali Kota Mojokerto: Perkuat Kolaborasi Bangun Kota Tangguh!

Proses pemadaman berlangsung cukup lama lantaran api sudah telanjur membesar ketika petugas tiba.

Setelah berupaya selama kurang lebih dua jam, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 08.00 WIB.

Penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui dan kini dalam penanganan lebih lanjut.

Editor : Zein Muhammad

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru