selalu.id - Momen perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah berubah menjadi kesedihan bagi ribuan warga Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.
Banjir yang telah berlangsung selama sekitar empat bulan masih merendam puluhan desa dan mengganggu aktivitas masyarakat secara luas.
Baca juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, sebanyak 34 desa di enam kecamatan terdampak banjir. Di antaranya Kalitengah, Turi, Karangbinangun, Deket, Glagah, dan Karanggeneng.
Ketinggian air dilaporkan mencapai hingga 35 sentimeter, merendam permukiman warga serta berbagai fasilitas umum.
Anggota DPRD Jawa Timur dari daerah pemilihan Gresik-Lamongan, Ahmad Iwan Zunaih menilai banjir ini bukan sekadar bencana musiman, melainkan persoalan tahunan yang belum tertangani secara komprehensif.
“Banjir ini sudah berlangsung sekitar empat bulan dan terus berulang setiap tahun. Dampaknya sangat besar, ekonomi lumpuh, aktivitas sosial terganggu, hingga infrastruktur desa rusak,” jelasnya, Rabu (25/3/2026).
Politisi partai NasDem ini menegaskan bahwa kondisi tersebut membutuhkan penanganan serius dan kolaborasi lintas tingkat pemerintahan, mulai dari kabupaten, provinsi, hingga pusat.
Koordinasi cepat dan langkah konkret harus segera dilakukan untuk mengurangi beban masyarakat yang sudah lama terdampak.
Menurut dia, beberapa faktor menjadi penyebab utama banjir di wilayah tersebut, di antaranya tingginya intensitas hujan, tidak optimalnya saluran pembuangan air, serta kondisi geografis desa yang berada di area yang lebih rendah dibanding wilayah lain di Lamongan.
Baca juga: 2 Jemaah Haji Probolinggo Masih Tertahan di Arab Saudi, Ini Identitas dan Penyebabnya
“Untuk itu, kami mendorong pemerintah segera mengambil langkah strategis. Pertama, menambah jumlah pompa air serta mengonversi penggunaan dari bahan bakar solar ke listrik agar operasional lebih optimal dan tidak terkendala pasokan BBM,” tegasnya.
Kemudian mempercepat pengerukan Bengawan Njero, embung, serta anak-anak sungai untuk memperlancar aliran air.
Yang terpenting yakni menyalurkan bantuan sosial bagi warga terdampak, termasuk kebutuhan sembako, layanan kesehatan, serta dukungan transportasi.
Selain itu, politisi yang akrab disapa Gus Iwan ini juga menyoroti terganggunya sektor pendidikan akibat banjir yang merendam sejumlah sekolah.
Pemerintah diminta segera mencarikan solusi agar proses belajar mengajar tetap berjalan lancar, termasuk melakukan perbaikan sarana dan prasarana pendidikan yang rusak.
Baca juga: Idul Adha Jadi Momentum Kebersamaan, PDIP Jatim Salurkan 468 Sapi Kurban
“Ini harus menjadi perhatian serius. Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban banjir tahunan tanpa solusi yang jelas,” tegasnya.
Sebelumnya, Kepala Bidang Penanggulangan Bencana dan Logistik (Darlog) BPBD Jatim, Satriyo Nurseno menyebut dampak banjir tergolong signifikan.
Sebanyak 1.447 rumah warga terdampak, selain itu 12 tempat ibadah, 48 sekolah, dua kantor desa, dan dua fasilitas kesehatan turut terendam.
Sekitar 20 hektare lahan pertanian juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat genangan air yang berkepanjangan.
Editor : Zein Muhammad