selalu.id - Sebanyak 125 rumah di Desa Gayaman, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto terdampak banjir akibat hujan deras selama tiga jam.
Ketinggian air mulai 60 centimeter hingga 1 meter atau dada orang dewasa akibat luapan Sungai Gayaman yang tidak bisa menampung air.
Baca juga: Bupati Mojokerto: Jaga Keutuhan Indonesia di Momen Peringatan Hari Lahir Pancasila!
Kalaksa BPBD Kabupaten Mojokerto, Rinaldi Rizal Sabirin mengatakan, ada beberapa tempat genangan dan banjir akibat hujan deras.
"Ada beberapa desa yang tercatat mengalami banjir atau genangan, tapi saat ini sudah surut. Total yang belum surut dan kita prediksi masih akan ada potensi air untuk lebih naik lagi, itu ada di Desa Gayaman," katanya, Senin (16/3/2026).
Rinaldi mengatakan, ada beberapa orang lansia yang minta untuk diungsikan ke tempat yang lebih aman lantaran rumahnya tergenang hingga dada orang dewasa.
Baca juga: Hari Lahir Pancasila, Wali Kota Mojokerto: Teguhkan Semangat Persatuan dan Perdamaian!
"Kebetulan ada tiga dusun yang terdampak, dan satu dusun yang kondisinya masih parah. Ketinggian air itu sedada orang dewasa. Untuk yang minta evakuasi para manula, sudah kita evakuasi ke balai dusun," jelasnya.
Rinaldi mengatakan bantuan untuk warga yang terdampak banjir sudah disiapkan untuk santap sahur nanti. Saat ini pihaknya menunggu tren air.
"Saat ini kita memastikan dulu kondisi daripada keluarga kita yang sudah kita evakuasi. Kita pastikan kebutuhan utamanya terpenuhi karena kita tahu juga ini bulan puasa ya. Nanti akan ada sahur sebagainya tentu itu akan bisa kita penuhi bersama," tegasnya.
Baca juga: Gegara HP, Rumah di Mojokerto Terbakar
Menurut Rinaldi, banjir ini juga karena wilayah hilir serta diperparah oleh endapan dan banyaknya sampah yang menutupi beberapa pintu air.
"Selanjutnya kita masih melihat tren air karena ini kan daerah hilir ya. Daerah hilir itu menerima air dari atas. Kemudian dengan kita melihat juga pengamatan kita banyak dipengaruhi oleh endapan dan sampah di beberapa pintu-pintu air hingga memperparah banjir," tandasnya.
Editor : Zein Muhammad