Kebun Binatang Surabaya Berpeluang Buka Cabang Seperti Taman Safari

Reporter : Ade Resty
Kebun Binatang Surabaya. (Dok. Selalu.id).

selalu.id - Perubahan status Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (KBS) menjadi perusahaan umum daerah (Perumda) membuka peluang ekspansi bisnis hingga ke luar Kota Pahlawan.

Ketua Pansus Raperda Perumda KBS, Yuga Pratisabda Widyawasta, menyebut KBS kini memiliki ruang gerak lebih luas dalam menjalin kerja sama dan membuka cabang baru.

Baca juga: Jangan Ngabuburit di Jalur Rel Kereta Api, Kalau Tidak Mau Dipenjara 

“Mereka ini kan sudah Perumda, jadi perizinannya lebih luas. Mau bentuk kerja sama dengan Mojokerto, bikin KBS di Mojokerto sebagai pengelola itu boleh. Mau bikin cabang seperti Taman Safari juga boleh, mau buka di mana saja boleh,” jelasnya, Kamis (26/2/2025)

Yuga mengatakan meski peluang ekspansi terbuka lebar, legislator Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menegaskan KBS tetap harus berfokus pada fungsi utamanya sebagai lembaga konservasi. Ia menekankan orientasi keuntungan tidak boleh mengesampingkan kesejahteraan satwa.

“Kesejahteraan hewan itu nomor satu. Jadi tantangan Perumda KBS selain menjadi lembaga konservasi, juga harus profit,” tegasnya.

Yuga mengungkapkan KBS mendapat respons positif dari Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni terkait keberhasilan penangkaran komodo. Apresiasi itu, kata dia, disampaikan usai Rakernas PSI di Makassar.

“Saya dapat salam dari Pak Menteri Kehutanan pasca Rakernas kemarin. Beliau mengapresiasi penangkaran komodo di KBS, paling bagus di Indonesia,” ujarnya.

Baca juga: Rusunawa Sombong Surabaya Terbakar: 4 Kamar Ludes, Penghuni Semburat

Keberhasilan tersebut mendorong Kementerian Kehutanan menyiapkan program pelepasliaran hasil penangkaran.

Menurut Yuga, ke depan akan ada koordinasi antara Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), direksi KBS, dan pemerintah kota terkait mekanisme pelepasliaran tersebut.

“Kementerian Kehutanan sedang menyiapkan program pelepasliaran hasil penangkaran. Kemungkinan akan ada pembicaraan antara BKSDA dan direksi KBS,” katanya.

Baca juga: Siswa PAUD-TK di Surabaya Bakal Terima Beasiswa, Ini Nominal dan Kriteria yang Dapat

Selain capaian konservasi, Yuga turut mengapresiasi kinerja direksi KBS yang disebut berhasil meningkatkan pendapatan sekitar 700 persen pada 2025 dibandingkan 2024.

Ia berharap, dengan status baru sebagai Perumda dan diversifikasi usaha, KBS dapat tumbuh lebih besar tanpa meninggalkan mandat konservasi.

“Harapannya dengan adanya diversifikasi usaha, KBS bisa lebih besar lagi,” tandas Yuga.

Editor : Zein Muhammad

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru