Momen Haru Gus Yani Kawal Kepulangan 3 Anak PMI Gresik dari Kuala Lumpur

Reporter : Zein Muhammad
Suasana penjemputan Anak PMI oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan jajaran OPD Gresik di Bandara Internasional Juanda. (Dok. Pemkab Gresik).

selalu.id - Tangis haru pecah saat tiga anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Gresik yang akhirnya menginjakkan kaki di tanah kelahiran orang tuanya, Senin (9/2/2026).

Setelah bertahun-tahun hidup dan tumbuh di luar negeri, mereka pulang dengan pendampingan penuh negara.

Baca juga: Curi Uang di Pesawat, Dua WNA Asal China Diamankan di Bandara Juanda Surabaya

Kepulangan tersebut difasilitasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik dan didampingi langsung oleh Bupati Fandi Akhmad Yani, sejak dari negara asal hingga tiba dengan aman di tanah air.

Bagi ketiga anak tersebut, ini bukan sekadar perjalanan pulang, melainkan pertemuan pertama dengan kampung halaman yang selama ini hanya mereka kenal dari cerita orang tua.

Pemkab Gresik memastikan proses kepulangan berlangsung aman, manusiawi, dan penuh perlindungan, sebagai bentuk nyata kehadiran negara bagi keluarga PMI.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen perlindungan PMI asal Gresik yang jumlahnya mencapai sekitar 5.700 orang dan tersebar di berbagai kecamatan.

Gus Yani, sapaan akrab-Bupati Gresik menegaskan bahwa anak-anak PMI tidak boleh menjadi pihak yang menanggung dampak dari proses migrasi.

“Anak-anak tidak boleh menjadi korban jarak dan migrasi. Mereka harus pulang dengan aman, terlindungi, dan memiliki masa depan yang jelas,” ujarnya.

Setibanya di tanah air, penjemputan dilakukan oleh Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Kabupaten Gresik bersama OPD terkait, camat, dan perangkat desa.

Tahapan lanjutan difokuskan pada pendampingan psikososial dan konseling untuk membantu proses adaptasi anak-anak, mengingat mereka lahir dan besar di luar negeri.

Pemkab Gresik juga menyiapkan rumah singgah apabila diperlukan agar proses adaptasi berjalan aman dan nyaman.

Berikutnya, dokumen kependudukan akan diproses sehingga anak-anak tersebut bisa mendapatkan pendidikan dan layanan kesehatan yang layak.

Baca juga: Pesawat Latih Tergelincir di Bandara Juanda, 9 Penerbangan Dialihkan

Anak PMI asal Kabupaten Gresik yang dipulangkan itu adalah MI (12) dan SY (8), warga Desa Golokan, Kecamatan Sidayu, serta HA (11), warga Desa Siwalan, Kecamatan Panceng.

Ketiganya telah diserahkan kepada keluarga masing-masing dengan pendampingan pemerintah daerah.

Rasa syukur mendalam disampaikan Siti Khotimah (50), orang tua HA. Ia mengaku tidak pernah menyangka kepulangan anaknya ke tanah air akan didampingi langsung oleh Bupati Gresik.

“Alhamdulillah senang sekali akhirnya HA bisa pulang. Tidak menyangka kepulangannya bersama Pak Bupati,” tuturnya.

Gus Yani menjelaskan bahwa kepulangan tiga anak PMI ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman antara Pemerintah Kabupaten Gresik dengan KBRI Indonesia di Kuala Lumpur. Kabupaten Gresik memiliki tujuh kantong besar PMI, yakni Kecamatan Panceng, Ujungpangkah, Sidayu, Dukun, Pulau Bawean (Sangkapura dan Tambak), serta Manyar.

Baca juga: Pesawat Latih Tergelincir di Bandara Juanda, Runway Sempat Tutup 1 Jam

“Kami hadir memberikan pelayanan publik, salah satunya perlindungan bagi anak-anak pekerja migran,” tegasnya.

Ia menambahkan, fokus utama pemerintah daerah adalah memastikan anak-anak PMI mendapatkan pendidikan formal yang layak di tanah air. Mulai dari pencatatan kependudukan oleh Dispendukcapil, pemenuhan hak sosial dan kesehatan, hingga akses pendidikan.

Selama di luar negeri, sebagian anak PMI hanya mengakses pendidikan nonformal berbasis komunitas.

Langkah ini merupakan implementasi Program Prioritas Nawakarsa melalui skema BUMI Gresik (Peduli Buruh Migran Gresik) yang tertuang dalam RPJMD Kabupaten Gresik.

Program ini mengorkestrasi perlindungan PMI secara lintas sektor, melibatkan Dinas Tenaga Kerja, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas KBPPPA, Dispendukcapil, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.

“Ini baru awal. Prosesnya masih panjang karena masih banyak anak PMI lain yang menunggu kepulangan. Pemerintah daerah akan terus berkomunikasi dengan KBRI di Kuala Lumpur agar kehadiran negara benar-benar dirasakan, tidak hanya saat warganya bekerja di luar negeri, tetapi juga saat keluarga mereka membutuhkan perlindungan dan kepastian masa depan,” jelas Gus Yani.

Editor : Zein Muhammad

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru