selalu.id – Pemerintah Kota Mojokerto menerima dana insentif fiskal sebesar Rp6 miliar dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu) berkat keberhasilannya menekan angka stunting di daerah.
Baca juga: Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto
Alokasi dana tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Keuangan Nomor 330 Tahun 2025 yang ditetapkan pada 10 November 2025.
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari atau Ning Ita, menyampaikan rasa syukur atas capaian ini. Ia menilai keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja kolaboratif antara perangkat daerah, kader kesehatan, PKK, dan berbagai mitra pemerintah.
“Alhamdulillah, capaian ini merupakan buah kerja keras dan sinergi seluruh pihak dalam menurunkan angka stunting di Kota Mojokerto. Kami tidak hanya fokus pada penanganan, tetapi juga pencegahan dari hulu ke hilir,” ujar Ning Ita, Kamis (13/11/2025).
Berdasarkan data EPPGBM, prevalensi stunting di Kota Mojokerto terus menurun signifikan dari 9,04 persen pada 2019 menjadi 1,16 persen pada September 2025.
“Penurunan yang sangat signifikan ini menjadi bukti nyata bahwa berbagai program intervensi yang kita lakukan berjalan efektif dan tepat sasaran,” tambahnya.
Baca juga: Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga
Pemkot Mojokerto menerapkan strategi komprehensif melalui kolaborasi lintas sektor dan pendekatan keluarga. Program yang dijalankan meliputi edukasi bagi calon pengantin, ibu hamil, dan keluarga dengan balita, intervensi gizi spesifik dan sensitif, serta pemanfaatan aplikasi digital untuk memantau tumbuh kembang anak.
Selain itu, Pemkot juga mengoptimalkan peran PKK dan kader posyandu, menggandeng lintas sektor dan kader motivator dalam pendampingan keluarga berisiko stunting, serta mengembangkan program Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) yang fokus pada pola asuh dan pemenuhan gizi anak.
Baca juga: Angin Kencang di Mojokerto Rusak 4 Rumah dan Tumbangkan Pohon Bikin Macet
Berbagai inovasi turut mendukung percepatan penurunan stunting, di antaranya program Canting Gula Mojo (Cegah Stunting, Gerak Unggul Pemberdayaan Masyarakat Kota Mojokerto) dan DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting). Pemkot juga menyalurkan bantuan pangan secara berkala bagi keluarga berisiko stunting.
“Dana insentif fiskal ini akan kami manfaatkan sebaik mungkin untuk memperkuat program penanganan stunting agar Kota Mojokerto benar-benar bebas dari stunting,” tegas Ning Ita.
Dengan prevalensi stunting terendah sepanjang sejarah, Kota Mojokerto kini menjadi salah satu daerah kecil dengan komitmen besar mewujudkan generasi sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi, sejalan dengan cita pertama Panca Cita Kota Mojokerto, yaitu peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Editor : Ading