selalu.id – Fraksi Gerindra DPRD Kota Surabaya menyoroti lambannya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam merealisasikan program hasil Pokok Pikiran (Pokir) dewan.
Baca juga: Aturan Operasional Pasar Tanjungsari Surabaya Dikeluhkan: Pedagang Tugi, Buah Cepat Busuk
Desakan itu disampaikan juru bicara Fraksi Gerindra, Yona Bagus Widyatmoko atau Cak Yebe, saat membacakan pandangan umum fraksi dalam rapat paripurna pembahasan Raperda APBD 2026 di Gedung DPRD Surabaya, Senin (13/10/2025).
“Kami minta pokir-pokir yang diserap oleh anggota DPRD saat reses ini harus segera direalisasikan,” kata Cak Yebe.
Menurutnya, banyak aspirasi masyarakat yang telah dihimpun melalui kegiatan reses belum tampak tindak lanjut di lapangan. Ia menegaskan, Pokir merupakan hasil dari dialog langsung dengan warga yang seharusnya menjadi prioritas pembangunan.
Baca juga: Aturan Ganjil-Genap di Surabaya Masuk Raperda Transportasi, DPRD Wanti-wanti Hal Ini
“Pokir bukan sekadar daftar keinginan anggota dewan, tapi hasil dialog dengan masyarakat. Kalau tidak direalisasikan, artinya suara warga diabaikan,” ujarnya.
Dalam rapat yang turut dihadiri Wali Kota Surabaya dan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), Fraksi Gerindra menekankan perlunya koordinasi konkret antara legislatif dan eksekutif agar program pembangunan berjalan sinkron dan tepat sasaran.
Baca juga: Anggaran Dishub Surabaya Naik 2,37 Persen, DPRD Minta Layanan Transportasi Publik Digenjot
“Fraksi Gerindra berharap Pemkot Surabaya menindaklanjuti masukan ini dengan langkah nyata, bukan hanya janji,” katanya.
Editor : Ading