Selasa, 22 Sep 2026 15:42 WIB

Gubernur Jatim Salurkan Bantuan Rp7,62 Miliar untuk Warga Bangkalan

Gubernur Khofifah
Gubernur Khofifah

selalu.id - Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyalurkan bantuan sosial senilai Rp7,62 miliar kepada masyarakat Kabupaten Bangkalan. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa di Pendopo Kabupaten Bangkalan, Jumat (23/5/2025).

 

Baca Juga: Menko AHY Resmikan 166 Rumah Revitalisasi Kampung Nelayan di Campurejo Gresik

Bantuan tersebut terdiri atas dua kategori utama: Bantuan Sosial (Bansos) dan tali asih pilar kesejahteraan sosial sebesar Rp6,6 miliar, serta Bantuan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) senilai Rp1,02 miliar.

 

Bansos mencakup berbagai jenis bantuan, antara lain Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) sebesar Rp900.000 per triwulan untuk 5 penerima manfaat, bantuan bagi 15 pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Plus, Bansos Rp500.000 per triwulan untuk 20 penerima PKH Plus, serta Zakat Produktif senilai Rp500.000 per triwulan untuk 100 calon penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Putri Jawara.

 

Selain itu, 15 Taruna Siaga Bencana (Tagana) menerima tali asih sebesar Rp750.000 per triwulan, dan 15 Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) menerima Rp1,5 juta per triwulan.

 

"Kami menyerahkan ini ke semua kabupaten/kota, dan hari ini giliran Bangkalan. Kami memberikan asistensi sosial bagi penyandang disabilitas yang nominalnya Rp300.000 per bulan, disalurkan langsung per tiga bulan," ujar Khofifah.

 

Rincian bantuan untuk Kabupaten Bangkalan tahun 2025 meliputi Rp5.845.400.000 untuk 2.611 keluarga dan 283 jiwa, serta BOP/tali asih pilar kesejahteraan sosial senilai Rp825.000.000 untuk 190 orang. Total Bansos dan tali asih mencapai Rp6.670.400.000.

Baca Juga: Momen Haru Warga Mojokerto Sambut Bantuan Air Bersih dari Pemerintah

 

Sementara itu, bantuan PMD meliputi:

Program Pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk 3 kecamatan dan 4 desa sebesar Rp400 juta,

Program Desa Berdaya senilai Rp200 juta untuk 1 kecamatan dan 2 desa,

Program Jatim Puspa Tahun 2025 senilai Rp420 juta untuk 143 keluarga.

Total bantuan PMD: Rp1.020.375.000.

Baca Juga: ALLPACK Surabaya 2026: Cara Krista Exhibitions Perkuat Hilirisasi dan Daya Saing IKM

Gubernur Khofifah berharap bantuan ini bersinergi dengan program pemerintah daerah dan dapat membantu menurunkan angka kemiskinan, termasuk kemiskinan ekstrem, di Bangkalan. Ia menyebutkan bahwa angka kemiskinan ekstrem di Jatim telah turun menjadi 0,66 persen, namun masih diperlukan kerja bersama untuk menekan kemiskinan reguler.

 

Bupati Bangkalan, Abdul Latif Amin Imron, menambahkan bahwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, angka kemiskinan di Bangkalan mencapai 18,66 persen. Namun, data terbaru Pemkab menunjukkan penurunan menjadi sekitar 15 persen.

 

"Penurunannya cukup signifikan, tetapi Bangkalan masih termasuk daerah dengan angka kemiskinan tertinggi di Jawa Timur. Semoga ke depan, dengan program-program dari Pemprov Jatim di bawah kepemimpinan Bu Khofifah, angka kemiskinan ekstrem di sini bisa terus ditekan," ujarnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Bansos di Surabaya Tak Lihat Desil, Eri Cahyadi: Ada yang Masih Belum Dapat Bantuan

Pemkot Surabaya akan mengarahkan ASN turun langsung ke lingkungan warga untuk mengecek kondisi ekonomi penerima bantuan.

Dua Pesilat Diringkus Gegara Keroyok Pemotor di Mojokerto

Aksi pengeroyokan itu dilakukan oleh massa perguruan silat ketika mereka sedang melakukan aksi konvoi.

Investasi 5 Miliar Lewat PT OSO Sekuritas, Dua Terdakwa Divonis Satu hingga 2,5 Tahun

Sidang putusan digelar di Ruang Kartika dengan Ketua Majelis Hakim S Pujiono.

Pelindo Ajak Pekerja dan Masyarakat Merawat Cerita Nusantara Lewat Fotografi

Tradisi, wajah masyarakat, kesenian, hingga kearifan lokal dari berbagai daerah direkam dan ditampilkan dalam pameran fotografi.

DPRD Surabaya Telusuri Riwayat Tanah di Karangpoh, BPN Mangkir RDP

Buku Letter C yang seharusnya menjadi salah satu dokumen penelusuran riwayat tanah disebut tidak ditemukan.

Warga Mengeluh Sesak Napas, Tim Home Care Gerak Cepat Rujuk ke Rumah Sakit di Jember

Dinas Kesehatan bersama tim Home Care tidak akan melepas begitu saja.