Top 5 Berita: Petik Jambu hingga Bayi Meninggal usai Diberi Makan Telur
- Penulis : Redaksi
- | Selasa, 13 Okt 2026 08:05 WIB
selalu.id - Lima artikel berita selalu.id masuk dalam top 5 berita sejak Senin (12/10/2026) hingga Selasa (13/10/2026) pagi. Kelima berita yang banyak dibaca sangat bervariasi mulai feature hingga peristiwa menyayat hati.
Berikut top 5 berita selalu.id:
Baca Juga: Dinkes Sidoarjo Usut Kematian Bayi 28 Hari yang Diduga Diberi Telur Mentah
1. Wisata Petik Jambu di Mojokerto Gratis Masuk, Bisa Makan Sepuasnya Cuma Rp15 Ribu/Kg
Mau liburan keluarga hemat tapi tetap seru? Gak perlu ke mall atau taman bermain. Di Dusun Menunggal, Desa Sekargadung, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto ada agrowisata kebun jambu kristal dan jambu air yang lagi viral.
Konsepnya simpel: petik sendiri, makan sepuasnya di kebun, dan bawa pulang buah segar dengan harga murah.
Ratusan pohon jambu tumbuh rimbun. Saat musim panen, hampir tiap dahan penuh buah. Udara sejuk khas kaki Gunung Penanggungan bikin tempat ini pas buat healing singkat dari hiruk-pikuk kota.
Gratis Tiket Masuk, Bayar Kalau Bawa Pulang
Yang bikin tempat ini diburu warga adalah konsepnya yang ramah di kantong. Tidak ada tiket masuk sama sekali. Pengunjung bebas masuk, foto-foto, dan makan jambu langsung dari pohon tanpa biaya.
“Rasanya manis, enak dan buahnya segar. Pilih di sini karena buahnya segar dan bisa buat keluarga senang. Nanti bungkus 3 kilogram untuk dimakan bersama keluarga, tadi ke sini empat orang,” ujar Andik Firmansyah, pengunjung asal Mojokerto, Senin (12/10/2026).
Kalau mau bawa pulang, pengelola hanya mematok Rp15.000 per kilogram. Murah untuk oleh-oleh buah segar hasil petik sendiri.
2. Eks Kader Berlabuh ke PSI, Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya Armuji Bungkam
Kabar perpindahan sejumlah mantan kader PDI Perjuangan Surabaya ke PSI memunculkan pertanyaan. Hingga Minggu malam (11/10/2026), Ketua DPC PDIP Surabaya Armuji belum memberikan tanggapan resmi.
Saat dikonfirmasi selalu.id melalui WhatsApp, Armuji hanya membalas singkat. “Iki sopo (ini siapa?)," jawab Armuji ketika dikonfirmasi, Senin (12/10/2026).
Setelah dijelaskan bahwa pesan tersebut dari wartawan selalu.id terkait sikap DPC PDIP Surabaya atas kader yang pindah ke PSI, Armuji belum merespons lebih lanjut.
Upaya konfirmasi kemudian dilakukan lewat telepon. Panggilan pertama tidak diangkat. Pada panggilan kedua dan ketiga, telepon langsung ditolak.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada pernyataan dari Armuji maupun DPC PDIP Surabaya mengenai hal tersebut.
3. Puluhan Warga Ajung Jember jadi Korban Arisan-Investasi Bodong, Kerugian Capai Rp1 Miliar
Puluhan warga di Desa Ajung, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, menjadi korban dugaan penipuan bermodus jual beli arisan dan investasi bodong.
Tak tanggung-tanggung, total kerugian yang dialami para korban diperkirakan menembus angka Rp1 miliar.
Baca Juga: Bayi 28 Hari Meninggal Usai Diberi Makan Telur di Surabaya, IDAI: Asi Makanan Terbaik
Kasus yang menyeret sosok terduga pelaku bernama Eva ini membuat sekitar 40 warga merugi. Bahkan, dampaknya kini meluas hingga ke wilayah luar desa, seperti Mangli, Gebang, hingga Sukorambi.
Salah seorang korban, Hamidah, mengaku harus menelan pil pahit usai tabungannya sebesar Rp120 juta melayang.
Hal serupa dialami Yuanita, warga Ajung Klanceng, yang mencatatkan kerugian hingga Rp56 juta sejak bertransaksi pada Juli hingga Oktober 2026.
"Uang yang disetorkan itu hasil kerja keras dan tabungan untuk kebutuhan keluarga. Kami minta kepastian pengembalian," tegas Yuanita saat mediasi di Kantor Desa Ajung, Senin (12/10/2026).
Anita, korban lainnya membeberkan pola transaksi yang dimainkan terduga pelaku. Terduga menawarkan slot arisan yang bakal cair dalam waktu dekat dengan harga diskon, berkedok butuh uang mendesak.
4. Polda Jatim Usut Kasus Dugaan Penipuan Arisan Meow Rp3,5 Miliar
Kasus dugaan penipuan berkedok arisan bernama "Arisan Meow", dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jawa Timur lantaran diduga merugikan para korbannya hingga mencapai Rp3,5 miliar.
Laporan resmi tersebut dilayangkan oleh delapan orang korban pada 11 Agustus 2026 lalu, dengan nomor register LP/B/1080/VIII/2026/SPKT/POLDA JAWA TIMUR atas nama pelapor Ara Herawati.
Sejumlah korban yang turut mendatangi markas kepolisian antara lain Netty Hariati, Siti Aminah, Dinda, Lie Silviana, hingga Chester Jeveline.
Baca Juga: Eks Kader Berlabuh ke PSI, Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya Armuji Bungkam
Mereka sepakat membawa nama MCL ke ranah hukum lantaran yang bersangkutan dinilai tidak menunjukkan iktikad baik untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
"Kami selaku korban merasa dirugikan. Tidak ada iktikad baik dari Mourin. Terpaksa harus kami laporkan ke polisi," tegas Chester Jeveline Thaniago, Minggu (11/10/2026).
5. Bayi 28 Hari Meninggal Usai Diberi Makan Telur di Surabaya, IDAI: Asi Makanan Terbaik
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) buka suara pasca peristiwa seorang bayi yang masih berusia 28 hari meninggal dunia setelah diduga diberi makan telur oleh neneknya.
Bayi tersebut menghembuskan napas terakhirnya di RSUD dr Soetomo. IDAI mengingatkan orang tua dan pengasuh agar tidak sembarangan memberikan makanan kepada bayi, terutama yang belum memasuki usia pemberian makanan pendamping air susu ibu (MPASI).
Penegasan tersebut disampaikan IDAI menyusul perhatian publik terhadap pemberian telur mentah atau setengah matang kepada bayi. IDAI menegaskan, telur dalam kondisi tersebut tidak dianjurkan diberikan kepada bayi dan anak karena memiliki risiko keamanan pangan.
Ketua Pengurus Pusat IDAI, Basarah Yanuarso, menyampaikan bahwa pemberian makanan pada bayi harus memperhatikan usia, kebutuhan gizi, kesiapan perkembangan, serta keamanan pangan.
“ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi,” kata Basarah dalam pernyataannya, Senin (12/10/2026).
IDAI mendukung rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) agar bayi mendapatkan ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan.
Editor : Achmad SupriyadiURL : https://selalu.id/news-15927-top-5-berita-petik-jambu-hingga-bayi-meninggal-usai-diberi-makan-telur
