Kamis, 20 Agu 2026 12:44 WIB

Gus Aam: Narasi TNI Kembali ke Barak Sarat Dendam Masa Lalu

Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, KH. Sholahul Am Notobuwono
Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, KH. Sholahul Am Notobuwono

selalu.id – Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, KH. Sholahul Am Notobuwono, menyoroti meningkatnya potensi konflik antar elemen bangsa yang disebut sarat dengan narasi benturan.

 

Ulama muda yang akrab disapa Gus Aam itu menegaskan pentingnya menjaga nilai persatuan dalam demokrasi Indonesia. Ia mengingatkan bahwa sejak awal berdirinya republik, sinergi antara pemerintah, militer, kepolisian, dan masyarakat sipil telah menjadi fondasi pembangunan bangsa.

 

"Kita punya demokrasi dengan nilai persatuan yang kuat antara elemen strategis negara. Saya menyayangkan narasi yang selalu membenturkan antara elemen bangsa yang mau membangun Republik ini," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (6/9/2025).

 

Gus Aam menolak pandangan yang menegasikan peran strategis TNI. Menurutnya, wacana yang meminta TNI kembali ke barak lebih banyak dipengaruhi dendam masa lalu dan tidak melihat kondisi aktual.

 

"Di tengah merosotnya beberapa kinerja institusi lain, TNI harus ikut ambil peran," tegas mantan Ketua PC GP Ansor Kabupaten Jombang itu.

 

Ia mencontohkan peran TNI dalam membentuk Satgas Mafia Migas, Satgas Anti Narkoba, dan Satgas Mafia Sawit yang dinilainya sebagai upaya penting memperbaiki keadaan.

 

"Itu peran mulia yang harus dijalankan TNI di tengah situasi jaringan mafia yang sangat kuat di republik ini," kata kakak kandung Kasatkornas Banser, Gus Syafik, tersebut.

 

Menurutnya, TNI juga dapat menjadi salah satu faktor kunci dalam mendukung program pemerintah, termasuk agenda pemberantasan mafia yang disebut selama ini merampok kekayaan negara.

 

"TNI ini bisa menjadi kunci atas segala problem perampokan kekayaan negara di saat masih sangat rendahnya kepercayaan publik kepada institusi kepolisian," ujarnya.

 

Gus Aam menegaskan bahwa keterlibatan TNI dalam pembangunan nasional tidak berarti mengambil alih peran, melainkan memanfaatkan kapasitas yang dimiliki untuk memperbaiki kondisi bangsa.

 

"Itulah harapan semua pihak, semua elemen bangsa ini. Kita meyakini Presiden Prabowo dapat mendatangkan perubahan perbaikan bangsa ini. Mari kita saling menjaga dan mempercayai untuk perbaikan bangsa Indonesia. Kita sudah banyak belajar dari segala dinamika yang terjadi. Saatnya menggerakkan semua potensi untuk perbaikan nasional," pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Transisi Energi yang Tetap Menjaga Daya Saing Industri

Persoalan tersebut mengemuka dalam Indonesia Sustainable Energy Week (ISEW) 2026 yang diselenggarakan bersamaan dengan IndoSolar 2026 di Jakarta.

Soal Foto Armuji Tak Dipasang di Poster Soekarno Cup 2026, Begini Jawaban Halus Panitia

Sebelumnya, Kader PDIP Surabaya Ahmad Hidayat mengaku sempat dihujani pertanyaan dari sesama kader terkait absennya wajah Armuji di poster Soekarno Cup 2026.

Kebakaran Hutan di Gunung Arjuno-Welirang, Jalur Pendakian Ditutup

Dampak dari insiden kebakaran ini, akses pendakian Gunung Arjuno-Welirang resmi ditutup total mulai Rabu (19/8) hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Waspada! Ini Tanda Kenapa Batuk Tak Kunjung Sembuh, Jangan Disepelekan

Apabila Anda mengalami batuk persisten yang tak kunjung membaik, segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Bareskrim Bongkar Kasus Kekerasan Seksual dan Pengantin Pesanan, Amankan Pelatih hingga Tokoh Agama

Melalui program Rise and Speak, Polri mengajak masyarakat berani bersuara dan melaporkan segala bentuk kekerasan di sekitarnya.

Sentuhan Teknologi Digital NIC, Kunci PLN Nusantara Power Amankan Listrik Kemerdekaan RI

PLN NP terus berkomitmen mendukung transisi energi hijau menuju Net Zero Emission melalui target pengembangan lebih dari 6,3 GW energi baru terbarukan (EBT).