Polda Jatim Siapkan Pengawalan Distribusi BBM dan Elpiji Antisipasi Kecurangan

Reporter : Dony Maulana
Polda Jawa Timur menyiapkan pengawalan distribusi bahan bakar minyak (bbm) dan elpiji bersubsidi untuk mengantisipasi kecurangan dan penyalahgunaan. (dony/selalu.id)

selalu.id — Polda Jawa Timur menyiapkan pengawalan distribusi bahan bakar minyak (bbm) dan elpiji bersubsidi untuk mengantisipasi kecurangan dan penyalahgunaan.

Polisi juga menemukan adanya dugaan keterlibatan oknum dalam rantai penyimpangan distribusi bbm dan elpiji bersubsidi.

Baca juga: Polda Jatim Bongkar 22 Kasus Penyalahgunaan BBM dan LPG Bersubsidi

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dekananto Eko Purwono menjelaskan, ada tiga pola utama yang dijalankan para pelaku. Pertama, pengisian berulang di SPBU menggunakan kendaraan yang telah dimodifikasi dengan tandon tambahan. Kedua, penyalahgunaan truk tangki berwarna biru-putih yang seharusnya mengangkut BBM nonsubsidi. Ketiga, penggunaan sejumlah barcode yang disiapkan secara khusus untuk memperbanyak pengisian BBM bersubsidi.

"Dari penyidikan ditemukan dugaan keterlibatan oknum petugas SPBU yang memberikan akses barcode kepada pelaku. Kami meminta Pertamina memperkuat sistem pengawasan dan kontrol terhadap penggunaan barcode agar tidak disalahgunakan," ungkap Irjen Dekananto, Senin (2/11/2026).

Sementara untuk LPG bersubsidi, praktik pemindahan isi tabung 3 kg ke tabung 12 kg tidak hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga berisiko keselamatan. Pihaknya akan mendalami apakah peralatan yang digunakan tidak memenuhi standar dan berpotensi menyebabkan kebocoran hingga ledakan.

Baca juga: Momen Polda Jatim Salurkan 600 Paket Sembako pada Pengemudi Ojol

Untuk mencegah terulangnya praktik serupa, Polda Jatim menyusun sejumlah langkah strategis. Bersinergi dengan Pertamina, BPH Migas, Kejati Jatim, serta Pemprov Jawa Timur, mulai saat ini pihak kepolisian akan melakukan pengawalan distribusi BBM dari depo hingga ke SPBU tujuan. Pengawasan juga diperketat di setiap SPBU di bawah jajaran Polres masing-masing wilayah.

"Pengiriman dari depo Pertamina menuju SPBU akan kami kawal karena sangat berpotensi terjadi penyimpangan di tengah perjalanan. Kapolres jajaran telah diperintahkan untuk meningkatkan pengawasan di setiap SPBU," jelasnya.

Baca juga: Fakta-fakta Mengerikan Kasus Mutilasi Ibu-Anak di Madiun

Penyidikan juga akan memperluas jangkauan, termasuk menelusuri kemungkinan jaringan lintas provinsi serta asal-usul segel yang digunakan dalam praktik penyalahgunaan LPG. Koordinasi dengan Mabes Polri dan Polda lain akan dilakukan jika ditemukan indikasi jaringan di luar Jawa Timur.

"Komitmen kami adalah memastikan BBM dan LPG bersubsidi benar-benar sampai ke masyarakat yang berhak, khususnya masyarakat kecil dan pelaku UMKM. Siapa pun yang memanfaatkannya untuk keuntungan pribadi, akan kami proses hukum dengan tegas," pungkasnya.

Editor : Achmad Supriyadi

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru