selalu.id - Warga Surabaya yang bepergian saat akhir pekan mungkin menemukan sejumlah ruas jalan dalam kondisi basah.
Pembasahan dilakukan terutama di kawasan yang sedang dikerjakan proyek pembangunan dan berpotensi menimbulkan debu.
Baca juga: Pria Paruh Baya Tenggelam di Sungai Jagir Surabaya, Tongkat dan Topi Ditemukan
Beberapa ruas yang menjadi sasaran pembasahan di antaranya Jalan Tanjungsari, Panjang Jiwo, Lidah Wetan, Dharmahusada, Ahmad Yani hingga kawasan Ngagel.
Pembasahan dilakukan pada siang hari dengan menyasar jalan di sekitar proyek, termasuk pekerjaan drainase dan pemasangan box culvert. Sementara pada malam hari, penyiraman diarahkan ke sejumlah taman pasif di sepanjang jalur protokol.
Kepala Bidang Pemadaman Kebakaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya, M Rokhim, mengatakan pembasahan dilakukan dengan memanfaatkan armada dari pos pemadam kebakaran terdekat.
“Pembasahan dilakukan di berbagai wilayah, terutama di sekitar lokasi pengerjaan box culvert dan proyek lainnya yang berpotensi menimbulkan debu. Armada yang dikerahkan menyesuaikan kebutuhan, termasuk berdasarkan laporan warga melalui hotline,” katanya, Minggu (25/10/2026).
Baca juga: Ledakan di Surabaya Diduga Gegara Elpiji Bocor, Korban Alami Luka Bakar 75 Persen
Rokhim menyebut ada sekitar delapan hingga sepuluh unit mobil pemadam dikerahkan setiap hari untuk mendukung pembasahan.
Namun, jumlah armada dan lokasi penyiraman tidak bersifat tetap karena menyesuaikan kondisi di lapangan serta laporan masyarakat.
Bagi pengguna jalan, pembasahan tersebut terutama menyasar kawasan yang aktivitas proyeknya berpotensi membuat permukaan jalan berdebu. Kondisi ini cukup terasa saat cuaca panas dan aktivitas kendaraan sedang padat.
Baca juga: Operasi Patuh Semeru 2026 di Jatim, 9 Sasaran Utama Ini Bakal Ditindak
Meski begitu, mobil pemadam yang digunakan untuk menyiram jalan tetap memiliki tugas utama sebagai armada penanganan kebakaran.
Rokhim menegaskan, apabila terjadi kebakaran, seluruh armada dan personel akan diprioritaskan untuk menangani keadaan darurat.
“Prioritas utama kami tetap penanganan kebakaran. Setelah tugas pemadaman selesai dan armada kembali mengisi air, petugas dapat melanjutkan pembasahan sesuai pembagian lokasi dan kebutuhan di lapangan,” jelasnya.
Editor : Zein Muhammad