Top 5 Berita: Jejak Soetomo hingga Imam Mahdi di Bangkalan

Reporter : Redaksi
Yayasan Amway Peduli berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) serta perguruan tinggi. (Dony/selalu.id)

selalu.id - Lima artikel berita selalu.id masuk dalam top 5 berita sejak Jumat (23/10/2026) hingga Sabtu (24/10/2026) pagi. Pembaca tertarik berita soal jejak Soetomo hingga Imam Mahdi.

Berikut top 5 berita selalu.id:

Baca juga: Gandeng PMI dan Unair, Yayasan Amway Peduli Edukasi Pentingnya Gut Health

1. Menelusuri Jejak Pergerakan Dr Soetomo di Nganjuk, Ada Alat Medis hingga Buku Bahasa Asing

Dusun Sono, Desa Ngepeh, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, menjadi saksi bisu lahirnya salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah kemerdekaan Indonesia.

Di tempat inilah berdiri Monumen dan Museum Dr. Soetomo, sebuah kompleks bersejarah yang dibangun untuk mengenang jasa besar sosok pelopor kebangkitan nasional sekaligus pendiri organisasi Boedi Oetomo.

Keberadaan dan sejarah panjang museum ini dijelaskan langsung oleh petugas penjaga museum, Arik, saat ditemui selalu.id di lokasi, Jumat (23/10/2026).

"Iya, Desa Ngepeh, dusunnya Sono," ujar Arik mengawali perbincangan saat menunjukkkan lokasi persis museum tersebut.

2. Angkat Kembali Identitas Daerah, Kawasan Perbatasan Sidoarjo-Surabaya Bakal Ditata Ulang

Penataan kawasan perbatasan Sidoarjo-Surabaya dirancang tidak hanya untuk memperjelas batas administrasi, tetapi juga menghidupkan identitas sejarah daerah.

Pemkab Sidoarjo berencana membangun Gapura Jenggala sekaligus membenahi lingkungan, menata pedagang kaki lima (PKL), dan mengendalikan parkir di sekitar kawasan tersebut.

Lokasi yang menjadi sasaran penataan berada di perbatasan Kelurahan Menanggal, Kecamatan Gayungan, Surabaya, dengan Desa Wadungasri, Kecamatan Waru, Sidoarjo.

Kawasan itu diproyeksikan memiliki penanda wilayah yang mencerminkan karakter lokal sekaligus memperkuat estetika lingkungan.

3. Gandeng PMI dan Unair, Yayasan Amway Peduli Edukasi Pentingnya Gut Health

Baca juga: Ngaku Imam Mahdi, Pria di Bangkalan Tipu Korban Miliaran Modus Jual Tiket Surga dan Top Up Umur

Yayasan Amway Peduli berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) serta perguruan tinggi, menggelar kegiatan edukasi kesehatan terkait saluran pencernaan di Kampus B Universitas Airlangga (Unair), Surabaya.

Kegiatan ini berfokus pada pentingnya menjaga kesehatan saluran pencernaan (gut health), yang memiliki hubungan erat dan saling memengaruhi secara timbal balik dengan sistem hormon tubuh.

Sistem pencernaan tidak hanya berfungsi mencerna makanan, tetapi juga berperan sebagai organ endokrin yang memproduksi berbagai hormon penyokong fungsi tubuh. Sebaliknya, fluktuasi hormon turut berdampak langsung pada kinerja pencernaan.

Ketua Yayasan Amway Peduli, Riana Nur Wulan, menyampaikan bahwa yayasan yang berdiri sejak tahun 2000 ini konsisten berfokus pada edukasi kesehatan masyarakat, khususnya bagi generasi muda.

Riana menjelaskan, strategi program Corporate Social Responsibility (CSR) ini dirancang untuk membangun kolaborasi lintas pemangku kepentingan guna memperkuat dampak sosial yang berkelanjutan.

4. Top 5 Berita: Perampokan Toko Emas di Jember hingga Santri Terganjal Aturan

Lima artikel berita selalu.id masuk dalam top 5 berita sejak Kamis (22/10/2026)hingga Jumat (23/10/2026) pagi. Pembaca tertarik berita soal aksi perampokan toko emas di Jember hingga santri terganjal.

Baca juga: Top 5 Berita: Perampokan Toko Emas di Jember hingga Santri Terganjal Aturan

5. Ngaku Imam Mahdi, Pria di Bangkalan Tipu Korban Miliaran Modus Jual Tiket Surga dan Top Up Umur

Seorang pria warga Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, dilaporkan ke Mapolres Bangkalan atas dugaan penipuan berkedok ajaran agama sesat.

Terlapor bernama Figar Fadillah, yang mengklaim dirinya sebagai Imam Mahdi dan memeras korbannya hingga miliaran rupiah dengan modus "top-up umur" hingga jaminan tiket masuk surga.

Laporan resmi dilayangkan salah satu korban bernama Halimi dengan didampingi kuasa hukumnya ke Polres Bangkalan. Dalam laporan itu, korban menyerahkan barang bukti berupa riwayat percakapan dan bukti transfer bank.

Kuasa hukum korban, Jailani, mengungkapkan dugaan penipuan ini melibatkan doktrinasi dan pencucian otak. Hingga saat ini sudah ada empat orang korban yang melapor ke polisi.

"Kasus ini merupakan penipuan berkedok ajaran agama yang melibatkan pencucian otak. Korban didoktrin agar menuruti seluruh kemauan terlapor," kata Jailani.

Editor : Achmad Supriyadi

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru