Saksi Mata Ungkap Korban Keluar dengan Baju Sobek dari Lokasi Ledakan Ruko Pakuwon City Surabaya

Reporter : Ade Resty
Ledakan di Ruko Pakuwon City, Surabaya. (Ade/selalu.id)

selalu.id - Saksi mata mengungkapkan detik-detik korban keluar dari lokasi ledakan yang berpusat di Rumah Makan Nasi Tempong Dewi Sri, Ruko San Antonio, Pakuwon City, Surabaya dengan baju sobek. 

Pantauan selalu.id di lokasi, ruko rumah makan terlihat porak poranda. Sejumlah kaca toko dan bagian bangunan di sekitar lokasi mengalami rusak parah. 

Baca juga: Ledakan di Ruko Pakuwon City Surabaya, Polisi Sita Tabung Elpiji 50 Kilogram

Seorang saksi sekaligus karyawan toko di sekitar lokasi, Toko makanan Yat Yet Sam Tito (21), mengatakan ledakan terjadi sesaat setelah seorang pelanggan keluar dari pintu toko. 

Saat itu, kata Tito, di dalam tokonya sendiri ada dua karyawan sedang berada di dapur untuk menyiapkan pesanan pelanggan. Pelanggan tersebut kemudian memilih makan di luar toko. 

“Pas baru buka pintu, terus udah keluar, tutup pintu, ceklek, meledak,” kata Tito, saat ditemui selalu.id, Selasa (6/10/2026). 

Menurutnya, suara dan dampak ledakan cukup besar. Pecahan kaca bahkan berhamburan hingga ke bagian seberang lokasi. Orang-orang yang berada di sekitar lokasi langsung panik dan berlari menyelamatkan diri. 

Tito menyebut ledakan tersebut terdengar seperti bom. Ia mendengar suara itu saat berada di dapur yang saat itu masih dalam kondisi persiapan dan belum melayani aktivitas penuh. “Kayak bom,” ujarnya. 

Sesaat setelah ledakan, Tito sempat mengira terdapat bagian bangunan yang roboh. Ia kemudian keluar dan melihat kondisi sekitar yang dipenuhi pecahan kaca. 

Saat berada di luar, kata Tito, sejumlah karyawan dari toko yang terdampak ledakan keluar meminta pertolongan. Kondisi mereka membuat Tito langsung menyadari bahwa ledakan tersebut menyebabkan korban mengalami luka. 

Salah satu karyawan bahkan berlari menghampiri tokonya dan meminta agar segera dicarikan ambulans. 

“Mas, tolong panggilin ambulans. Saya mau minta air, Mas. Panas banget,” tutur Tito menirukan ucapan korban. 

Baca juga: Ledakan Elpiji di Ruko Pakuwon City, DPRD Surabaya Soroti SLF dan PBG

Tito mengatakan, pakaian sejumlah karyawan yang keluar dari lokasi dalam kondisi sobek. Beberapa korban juga mengalami luka bakar dan tubuhnya dipenuhi debu akibat ledakan. 

“Bajunya kayak sobek-sobek. Mereka kayak setengah telanjang,” ungkapnya. 

Tito melihat sedikitnya tiga orang korban keluar menuju area tempatnya berada. Dari jumlah tersebut, terdapat korban perempuan. 

Selain meminta air, korban juga meminta kain untuk menutupi tubuh mereka yang pakaiannya rusak akibat ledakan. 

Ada pula korban yang meminta Tito menghubungi keluarganya. 

“Ada yang bilang minta tolong teleponin mamanya,” katanya. 

Baca juga: Ledakan di Ruko Pakuwon City Surabaya Diduga Gegara Kebocoran Tabung Elpiji

Tito mengaku sempat bingung harus melakukan apa karena situasi berlangsung secara tiba-tiba. Di tengah kepanikan, ia berusaha membantu korban sekaligus menghubungi warga di sekitar lokasi. 

Ia menyebut total terdapat sekitar lima karyawan yang berada di lokasi saat kejadian. Sementara tiga orang di antaranya kemudian terlihat keluar menuju area tempat Tito berada untuk meminta pertolongan. 

Ledakan juga menyebabkan sejumlah material bangunan dan benda di sekitar lokasi berjatuhan. Tito menyebut terdapat bekas debu, rambut dan sejumlah barang milik korban yang ditemukan di sekitar lokasi setelah kejadian. 

“Di atas juga sempat ada jilbabnya yang masih ada bekas rontokan, jaket juga,” ujarnya. 

Menurut Tito, toko-toko di kanan dan kiri lokasi saat itu masih dalam kondisi tutup. Hanya beberapa tempat usaha yang sudah buka sehingga orang-orang di lokasi berupaya memberikan pertolongan kepada korban.

Editor : Achmad Supriyadi

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru