selalu.id - Kasus pembunuhan terjadi di Desa Randupadangan, Kecamatan Menganti, Gresik. Seorang perempuan berinisial IR (22) diduga menghabisi nyawa pasangannya, MF (23), dengan senjata tajam.
Usai kejadian, IR justru menghubungi call center 110 untuk melaporkan perbuatannya ke polisi. Polisi yang menerima laporan langsung menelusuri lokasi penelepon.
Baca juga: Hadapi Porprov 2027 dan PON 2028, Ju-Jitsu Surabaya Diminta Kompak
Hasilnya, peristiwa itu benar terjadi di wilayah perbatasan Desa Randupadangan dengan Kecamatan Benowo, Surabaya. Saat ini IR sudah diamankan, sementara motif pembunuhan masih diselidiki.
Kapolsek Menganti AKP Arif Rahman membenarkan peristiwa tersebut. Laporan pertama kali masuk dari pelaku sendiri melalui 110.
"Berawal dari telpon 110 yang dilakukan oleh pelaku (perempuan) terhadap korban (pasangan tunangan). Kemudian kami melakukan pengecekan terkait lokasi penelepon dan benar terjadi, yang berlokasi di Desa Randupadangan perbatasan dengan Kecamatan Benowo, Surabaya," kata Arif.
Menindaklanjuti laporan itu, petugas langsung menuju TKP dan berkoordinasi dengan tim Inafis serta Satreskrim Polres Gresik.
"RTL sudah koordinasi dengan identifikasi dan Kasat Reskrim, unit identifikasi dalam perjalanan menuju TKP," imbuhnya.
Baca juga: Pengurus ESI Gresik 2025-2028 Dilantik, Persiapan Porprov Jatim jadi Fokus
Arif menyebut terduga pelaku kini telah ditahan. Polisi masih menggali keterangan untuk mengetahui motif di balik pembacokan terhadap korban.
"Tersangka sudah kami amankan. Untuk motif masih dilakukan pendalaman," bebernya.
Di lokasi kejadian, keluarga korban tampak berdatangan. Salah satu paman korban meluruskan status hubungan keduanya.
Baca juga: Peringati HUT ke-81 RI, Partai Demokrat Gresik Gelar Aksi Bersih-bersih Makam Pahlawan
"Ini ponakan saya mas. Pacaran iya, kalau tunangan belum, ini kan satu desa beda RT. Ponakan saya kan anak Lurah Sumberejo, Surabaya," kata Paman korban yang tak mau menyebutkan namanya.
Korban diketahui merupakan pemilik toko bangunan di lokasi kejadian dan tinggal di dalam toko tersebut.
"Biasanya memang tinggal didalam sini (toko bangunan). Namun kadang-kadang pulang," pungkasnya.
Editor : Achmad Supriyadi