Arah Baru Pengembangan Rumah Sakit di Sidoarjo

Reporter : Ariyanto
Wamenkes Benyamin Paulus Octavianus dan Wamendagri, Akhmad Wiyagus saat melakukan kunjungan kerja ke RSUD Notopuro Sidoarjo. (Foto: Ariyanto/selalu.id).

selalu.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo mulai mengarahkan fokus pengembangan fasilitas kesehatan ke arah pemerataan kapasitas rumah sakit.

Langkah ini diambil guna memastikan seluruh masyarakat mendapatkan akses pelayanan medis yang proporsional dan tidak menumpuk di satu titik.

Baca juga: Wamenkes Nilai Kota Mojokerto Mampu jadi Percontohan Nasional Eliminasi TB

Isu pemerataan ini menjadi bahasan utama saat Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Benyamin Paulus Octavianus dan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Akhmad Wiyagus melakukan kunjungan kerja ke RSUD Notopuro bersama Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, Selasa (29/9/2026).

Dalam tinjauan lapangan tersebut, rombongan melihat langsung kondisi RSUD Notopuro yang sudah beroperasi penuh dengan bangunan tiga lantai. Seluruh ruangan di rumah sakit daerah itu saat ini tercatat telah terisi.

Wamenkes Benyamin Paulus Octavianus menyampaikan, pembangunan fasilitas pelayanan kesehatan tidak harus terus dipusatkan di satu kawasan. Ketersediaan lahan dan kebutuhan riil rumah sakit lain di Sidoarjo perlu menjadi pertimbangan utama.

"Pembangunan rumah sakit tidak harus selalu dilakukan di sini. Rumah sakit lain yang masih membutuhkan tambahan fasilitas juga perlu mendapat perhatian. Dengan begitu, pengembangan pelayanan kesehatan di Sidoarjo bisa lebih merata," tegasnya.

Benyamin menambahkan, kawasan RSUD Notopuro sejatinya sudah cukup luas dengan fasilitas yang memadai. Oleh karena itu, penambahan bangunan anyar di lokasi tersebut belum menjadi prioritas mendesak.

"Menurut saya, untuk pembangunan di sini belum perlu menjadi prioritas karena kawasan RSUD Notopuro sudah cukup luas dan fasilitasnya juga bagus. Pengembangan bisa dipertimbangkan di rumah sakit lain yang masih membutuhkan," jelasnya.

Baca juga: Operasi Tekan ODOL di Sidoarjo, Puluhan Truk Tak Laik Jalan

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana mengakui bahwa RSUD Notopuro memang memerlukan perhatian rutin. Namun, keterbatasan ruang membuat opsi ekspansi fisik di tempat itu harus dikaji ulang.

"Iya, termasuk RSUD Notopuro juga tetap perlu diperhatikan, Bapak. Namun, kondisi bangunannya sekarang sudah tiga lantai dan seluruh ruangnya sudah penuh. Karena itu, pembangunan fasilitas tambahan bisa diarahkan ke rumah sakit lain yang masih memiliki lahan cukup luas," terangnya.

Saat ditanya mengenai alternatif lokasi lain, Mimik menyodorkan nama RSUD Sidoarjo Barat. Rumah sakit ini dinilai masih memiliki ketersediaan lahan yang sangat memadai untuk pengembangan fasilitas kesehatan jangka panjang.

"Lahan di RSUD Sidoarjo Barat masih cukup luas. Jadi, kalau memang pengembangan diarahkan ke sana, masih memungkinkan," tutur Mimik.

Baca juga: Wabup Sidoarjo Mimik Temukan Material Tak Sesuai Spesifikasi dan Pekerjaan Lamban Saat Sidak Proyek

Mimik berharap pemerintah pusat memberikan dukungan penuh agar ekspansi bertahap di RSUD Sidoarjo Barat bisa segera terealisasi demi mengurai beban layanan kesehatan di pusat kota.

Sinyal tersebut disambut positif oleh Wamenkes. Ketersediaan lahan di kawasan Sidoarjo Barat dinilai menjadi modal penting dalam perencanaan infrastruktur kesehatan daerah.

"Iya, pengembangannya bisa diarahkan ke RSUD Sidoarjo Barat," jelas Benyamin.

Usai meninjau RSUD Notopuro, rombongan kunker melanjutkan peninjauan ke Liponsos (PRS PMKRS) Sidoarjo untuk melihat kesiapan fasilitas sosial dan pelayanan publik secara komprehensif di Kabupaten Sidoarjo.

Editor : Zein Muhammad

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru