Demo UINSA: Mahasiswa Usir Aparat, Tuntut Rektor Mundur

Reporter : Dony Maulana
Mahasiswa UINSA gelar aksi susulan. (Istimewa)

selalu.id — Ratusan mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya kembali menggelar demo. Mereka mengusir puluhan personel kepolisian dan TNI yang berada di lingkungan kampus.

Kehadiran aparat dinilai melanggar ranah sipil akademis. Aksi ini berlangsung sehari setelah penyegelan gedung Rektorat. Massa menuntut Rektor Prof Akh Muzakki mundur dari jabatannya, setelah upaya komunikasi antara pihak kampus dan mahasiswa menemui jalan buntu. Kehadiran aparat semula diklaim pihak kampus untuk pengamanan.

Baca juga: Siasat Licik Penjual Miras Ilegal di Surabaya Hindari Razia Satpol PP

Humas UINSA Nurhayati menyebut, keberadaan personel Polri dan TNI agar situasi kondusif. "Hanya untuk pengawalan, agar aksi tetap aman dan kondusif," kata Nurhayati, Kamis (17/9/2026).

Namun penjelasan tersebut ditolak mentah-mentah oleh para mahasiswa. "Keluar! Kalian tidak berhak masuk di ranah sipil," teriak massa secara bersamaan saat mendesak aparat meninggalkan lokasi.

Mahasiswa menegaskan lingkungan kampus adalah ruang sipil yang tidak seharusnya dimasuki aparat keamanan. Situasi memanas saat massa membakar ban bekas dan menggelar orasi terbuka. Mereka menuntut jajaran pimpinan universitas hadir langsung berhadapan dengan para pengunjuk rasa.

Baca juga: Melihat dari Dekat Pasar Induk Surabaya: Fasilitas Lengkap, Bebas Biaya Sewa Lapak

Kekecewaan mahasiswa memuncak lantaran Muzakki tidak hadir pada aksi hari Rabu (16/9/2026) kemarin. Pihak rektorat sempat mengutus Pelaksana Tugas Wakil Rektor III, namun ditolak oleh massa.

"Selama anak-anak mahasiswa tidak berbuat anarkis, ya kita toleransi. Kita juga masih berupaya agar beliau dapat menemui kalian," ujar Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama UINSA Aslamiyah.

Mahasiswa menyampaikan delapan poin tuntutan. Di antaranya pengelolaan fasilitas Pusat Bisnis yang dinilai tidak transparan, dugaan praktik suap terkait Kopertais Wilayah IV Jawa Timur, kenaikan biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT), serta penerapan aturan jam malam.

Baca juga: Pelaku yang Loncat ke Sungai Usai Bacok Pemobil di Surabaya Belum Ditemukan

"Kami menolak dan mengecam, dan kami menuntut pemberhentian Prof Muzakki dari jabatan Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya," tegas Wakil Presiden Dewan Eksekutif Mahasiswa UINSA, Fadlurrakhman Fazle Purwardana.

Hingga berita ini diturunkan, massa masih bertahan di depan gedung rektorat. Mereka menegaskan tidak akan membubarkan diri sebelum Rektor hadir langsung berhadapan dengan para mahasiswa.

Editor : Achmad Supriyadi

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru