Soal Foto Armuji Tak Dipasang di Poster Soekarno Cup 2026, Begini Jawaban Halus Panitia

Reporter : Ade Resty
Poster Soekarno Cup 2026 di kawasan Tambaksari Surabaya. (Dok. Selalu.id).

selalu.id - Poster Soekarno Cup 2026 yang beredar di Kota Surabaya mendadak jadi perbincangan hangat. Pasalnya, sejumlah wajah tokoh penting PDI Perjuangan terpampang jelas di materi publikasi tersebut, namun foto Ketua DPC PDIP Surabaya, Armuji, justru tidak ada.

Sontak, tidak munculnya foto Armuji memunculkan tanda tanya besar di kalangan internal kader banteng. Kendati demikian, panitia pelaksana menegaskan bahwa tidak tercantumnya foto Armuji bukan lantaran politisi yang juga Wakil Wali Kota Surabaya itu tak dilibatkan.

Baca juga: Menagih Komitmen Pemkot Surabaya Hadirkan Rumah Layak Huni bagi Warga Miskin

Wakil Ketua Pelaksana Soekarno Cup 2026, Eri Irawan, menerangkan bahwa pembuatan poster tersebut sepenuhnya merujuk pada aturan baku design manual yang telah ditetapkan oleh panitia pusat.

Aturan tersebut mencakup berbagai ketentuan teknis penjenamaan (branding), mulai dari penggunaan logo, tipografi font, ukuran, hingga proporsi serta komposisi figur yang ditampilkan.

“Ini turnamen yang diinisiasi oleh PDI Perjuangan. Di dalamnya ada yang namanya design manual. Panduan desain ini wajib berlaku se-Indonesia,” tegas Eri saat dihubungi selalu.id, Rabu (19/8/2026).

Eri menjelaskan, untuk poster publikasi utama di wilayah Surabaya, figur yang dipasang disesuaikan secara linier dengan struktur kepanitiaan yang bertugas.

Dalam poster tersebut tampak jajaran pengurus seperti Said Abdullah. Sedangkan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi turut dipasang karena memegang mandat langsung sebagai Ketua Panitia Pelaksana Soekarno Cup 2026.

“Pak Wali Kota adalah Ketua Panitia Pelaksana. Jadi dipasanglah fotonya,” jelasnya.

Eri juga meluruskan anggapan bahwa kader maupun anggota legislatif lain dilarang memajang foto pribadi. Menurutnya, seluruh elemen partai tetap diberi ruang untuk membuat materi publikasi mandiri selama tidak mengangkangi design manual yang disepakati.

“Silakan anggota DPRD, Ketua PAC, hingga tokoh PDIP lokal mencantumkan fotonya di situ. Itu bagian dari semangat gotong royong,” bebernya.

Eri mencontohkan langkah Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri hingga dirinya sendiri yang juga membuat materi publikasi terpisah dengan menyertakan foto masing-masing.

Baca juga: Ketika Foto Armuji Tak Dimasukkan dalam Poster Soekarno Cup 2026, Ada Apa dengan PDIP?

“Jadi bukan fotonya Pak Armuji sengaja tidak dipasang. Memang ini murni penyesuaian struktur kepanitiaan,” tuturnya.

Tak hanya itu, Eri membantah keras tudingan yang menyebut Armuji pasif atau tidak mendukung gelaran ini. Sebaliknya, Armuji disebutnya terlibat aktif sejak awal persiapan.

Armuji tercatat hadir langsung meninjau proses seleksi pembentukan tim untuk menyuntikkan motivasi dan semangat kepada para pemain muda.

“Pak Armuji sangat mendukung kegiatan ini. Bahkan saat seleksi pembentukan tim, beliau datang langsung dan memberi semangat ke anak-anak,” tegasnya.

Dukungan tersebut juga ditunjukkan Armuji melalui kanal digitalnya. Ia beberapa kali mengunggah konten ajakan menonton Soekarno Cup melalui akun TikTok pribadinya.

Baca juga: Sederet Gebrakan dan Janji Dirut PDAM Surabaya yang Baru, Akankah Terwujud?

“Beliau upload beberapa kali soal turnamen ini, mengajak warga ayo datang saksikan. Jadi tidak ada yang dipecah-pecah. Memang aturan desainnya seperti itu,” tandasnya.

Sebelumnya, riak-riak pertanyaan memang sempat muncul dari bawah. Kader PDIP Surabaya, Ahmad Hidayat, mengaku sempat dihujani pertanyaan dari rekan-rekannya sesama kader terkait absennya wajah Armuji.

“Ditanyai teman-teman, kenapa Ketua DPC PDIP Surabaya Pak Armuji tidak ada. Harusnya kan ada,” katanya saat dikonfirmasi.

Namun, Hidayat mengaku tak mengetahui secara pasti formula maupun tata kelola desain yang diterapkan oleh panitia pelaksana.

Untuk diketahui, turnamen sepak bola Soekarno Cup 2026 berlangsung pada 10–24 Agustus 2026. Bekerja sama di beberapa area Jawa Timur seperti Surabaya, Gresik, dan Bangkalan, ajang olahraga bergengsi ini diikuti oleh perwakilan tim dari 16 provinsi se-Indonesia.

Editor : Zein Muhammad

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru