selalu.id - Surabaya tidak ingin sekadar menjadi penyelenggara atau tuan rumah dalam gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.
DPRD Surabaya mengingatkan adanya tantangan yang lebih besar. Ajang tersebut menjadi panggung yang mampu mengangkat citra kota sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.
Baca juga: DPRD Surabaya Minta Polemik RM Ayam Goreng Ny Suharti Tuntas dengan Transparan dan Humanis
Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni, menilai persiapan menuju Porprov 2027 belum terlihat secara masif.
Padahal, waktu pelaksanaan terus berjalan, sementara Surabaya dituntut menampilkan standar penyelenggaraan yang berbeda dari daerah lain.
Menurut politikus Partai Golkar yang akrab disapa Mas Toni itu, Surabaya tidak cukup hanya mengejar status juara umum.
Kota Pahlawan juga harus mampu menghadirkan pengalaman yang berkesan bagi ribuan atlet, ofisial, suporter, dan tamu dari berbagai daerah di Jawa Timur.
“Surabaya harus sukses sebagai tuan rumah, sukses mempertahankan gelar juara umum, dan sukses dalam penyelenggaraannya. Baik dari sisi sarana prasarana maupun pertunjukan yang menunjukkan bahwa Surabaya merupakan kota kelas dunia,” tegasnya, Kamis (6/8/2026).
Alih-alih hanya berfokus pada pembangunan fasilitas olahraga, Toni mengusulkan konsep sportainment sebagai identitas baru Porprov 2027. Gagasan tersebut menggabungkan olahraga dengan unsur hiburan, budaya, dan teknologi.
Baca juga: Tiga Direksi PDAM Surabaya Resmi Berganti, Berikut Namanya
Konsep itu dinilai mampu memberikan pengalaman yang lebih menarik sekaligus memperkuat citra Surabaya sebagai kota modern yang tetap memiliki akar sejarah dan budaya yang kuat.
“Olahraga sekarang sudah memasuki era sportainment. Karena itu, unsur-unsur sportainment harus mulai dibangun dari sekarang,” ujarnya.
Ia mengusulkan pemanfaatan teknologi, seperti pertunjukan drone, multimedia interaktif, hingga atraksi budaya dalam seremoni pembukaan maupun penutupan Porprov.
Bagi DPRD Surabaya, langkah tersebut bukan sekadar persoalan hiburan. Kemasan acara yang lebih modern dianggap dapat menjadi strategi jangka panjang untuk memperkuat daya saing Surabaya dalam memperebutkan peluang menjadi tuan rumah berbagai agenda nasional maupun internasional.
Di sisi lain, Toni menilai Porprov Jatim 2027 berpotensi mendatangkan dampak ekonomi yang besar.
Kehadiran ribuan atlet, ofisial, dan suporter diperkirakan akan meningkatkan tingkat hunian hotel, mendongkrak sektor kuliner, memperluas pasar UMKM, serta menghidupkan sektor transportasi dan pariwisata.
“Porprov bukan sekadar pertandingan olahraga. Ini momentum untuk menggerakkan ekonomi masyarakat,” tandasnya.
Editor : Zein Muhammad