selalu.id - Permintaan terhadap sepatu sekolah melonjak tajam menjelang tahun ajaran baru. Masa penerimaan siswa baru menjadi waktu paling sibuk bagi produsen sepatu.
Seperti Muhammad Rizal (33), salah satu pengrajin sepatu kulit di Mojokerto ini. Ia menyebut pesanan yang masuk ke tempat usahanya naik sekitar 500 persen dibanding hari normal.
Baca juga: Wali Kota Mojokerto Tekankan Kader Motivator jadi Penggerak Hidup Sehat
Rizal menyebut sepatu sekolah model pantofel bertali menjadi buruan utama pembeli. Pesanan datang tidak hanya dari wilayah Mojokerto, tetapi juga dari Surabaya, Magetan, Malang, Tulungagung, Bali, hingga Yogyakarta.
Pemesanan dilakukan melalui jaringan reseller maupun pembeli yang datang langsung ke workshop di Gang Sinoman 1, Lingkungan Mergelo, Kelurahan Miji, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto, Jawa Timur.
"Musim ajaran baru sekolah atau back to school, kita mengalami permintaan yang sangat pesat hingga 500 persen. Sepatu yang begitu diminati, model pantofel bertali seperti ini, khusus untuk anak SMP, SMA dan biasanya untuk mahasiswa yang mau ospek," kata Rizal, Jumat (10/7/2026).
Ia menambahkan, persiapan untuk tahun ajaran berikutnya sudah dimulai sejak tahun ajaran baru berjalan. Mengantisipasi lonjakan tersebut, Rizal menyiapkan perencanaan produksi jauh-jauh hari.
"Begitu musim sekolah dimulai, kami langsung memikirkan produksi untuk tahun depan. Perencanaan jadi kunci agar pesanan pelanggan bisa terpenuhi," jelasnya.
Baca juga: Tenangnya Pria Berjaket saat Curi Motor di Bengkel Mojokerto Meski Terekam CCTV
Menurut Rizal, usaha sepatu yang dijalankan merupakan usaha keluarga yang dirintis sejak 1996. Awalnya orang tuanya memproduksi sandal anak-anak, lalu beralih ke sepatu setelah krisis moneter.
"Usaha ini saya lanjutkan dari orang tua yang mulai sejak 1996. Tugas saya sekarang bukan hanya menjaga, tapi juga mengembangkan agar tetap sesuai kebutuhan zaman," ujarnya.
Dalam pembuatannya, Rizal masih menggunakan kulit sapi sebagai bahan utama yang dipadukan dengan sol thermoplastic rubber. Kombinasi itu dipilih agar sepatu nyaman dipakai dan lebih awet.
"Kami pakai kulit asli dan sol thermoplastic rubber supaya sepatu yang dipakai pelanggan nyaman dan tahan lama untuk aktivitas sehari-hari," bebernya.
Baca juga: 1.500 Pelari Ramaikan Majapahit Run 2026 di Hari Jadi Kota Mojokerto ke-108
Selain sepatu sekolah, brand miliknya bernama Provillo juga memproduksi sepatu formal dan kasual. Ia juga menerima pesanan private label. Harga jual produknya berada di kisaran Rp150 ribu sampai Rp1 juta, tergantung bahan dan model.
"Kami bangga karena sepatu dari Mojokerto sudah sampai ke Surabaya, Bali, Yogyakarta, Magetan, Malang, hingga Tulungagung. Itu jadi semangat kami untuk terus jaga kualitas dan membuktikan produk lokal bisa bersaing," kata Rizal.
Di tengah persaingan dengan produk pabrikan dan impor, Rizal tetap optimistis terhadap industri sepatu lokal.
Menurutnya, keunggulan pengerjaan handmade dan komitmen menjaga kualitas jadi alasan utama pelanggan masih memilih produk buatan Mojokerto.
Editor : Zein Muhammad