selalu.id - Ratusan seragam kerja bekas milik PT Pelindo Daya Sejahtera (PDS) yang seharusnya hanya tersimpan di gudang atau berakhir sebagai limbah, kini mendapatkan fungsi dan nilai baru.
Melalui program daur ulang kreatif, sebanyak 106 potong seragam yang masih layak pakai berhasil diolah menjadi 300 unit dompet yang nantinya akan dijadikan cenderamata resmi perusahaan.
Baca juga: Idul Adha 2026, PDS Distribusikan Hewan Kurban ke Enam Provinsi
Inisiatif ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) PDS, yang tidak hanya berfokus pada pengurangan limbah tekstil, tetapi juga memberdayakan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UKM) serta kelompok rentan di sekitar wilayah operasionalnya.
Proses pengolahan seragam tersebut dipercayakan kepada kelompok usaha Jahit "Dadi Juara" yang beralamat di Jalan Perak Barat No. 263, Kelurahan Perak Utara, Kecamatan Pabean Cantikan, Surabaya.
Kelompok yang berdiri sejak tahun 2023 ini beranggotakan 14 orang, di mana delapan di antaranya merupakan ibu-ibu warga sekitar yang terlibat langsung dalam pengerjaan pesanan ini.
Sebelum diubah bentuknya, seluruh seragam terlebih dahulu dibersihkan, kemudian dipilah dengan teliti untuk memisahkan bagian kain yang masihlayak guna.
Bagian yang terpilih kemudian dipotong, didesainulang, dan dijahit kembali menjadi dompet dengan tampilan yang beragam sesuai karakter asli bahan.
Baca juga: Program Kampung Siap Kerja, Cara Pelindo Daya Sejahtera Lebih Dekat dengan Warga
Khas dari produk ini adalah sentuhan khusus berupa perpaduan kain seragam dengan material batik tulis buatan kelompok penyandang disabilitas.
Penggabungan dua bahan berbeda ini dilakukan untuk memperkaya tampilan sekaligus memperluas manfaat program bagi lebih banyak lapisan masyarakat.
Pembina UMKM Jahit Dadi Juara, Ida Nurdiana mengakui tantangan sekaligus pengalaman berharga dalam proyek ini.
"Biasanya kami bekerja dengan bahan baru yang kualitasnya seragam. Di sini kami harus ekstra teliti memilah bagian kain yang bisa dipakai dan menyatukannya dengan material lain. Ini menambah keterampilan kami, sekaligus membawa dampak ekonomi nyata bagi anggota kelompok," ungkapnya kepada selalu.id, Rabu (1/7/2026).
Baca juga: Peringati Kenaikan Yesus Kristus, PDS Bersih-bersih Gereja di Kupang NTT
Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PDS, Bayu Widyafrasta menjelaskan bahwa nilai utama program ini bukan hanya pada produk akhir, melainkan pada jalinan kolaborasi yang saling menguatkan.
"Kami ingin membuktikan bahwa barang yang sudah selesai berfungsi tidak harus menjadi sampah. Melalui inisiatif ini, limbah berkurang, ekonomi warga sekitar bergerak, dan kami juga membantu pasar produk dari teman-teman disabilitas. Manfaatnya dirasakan berantai oleh berbagai pihak," jelasnya.
Ke depannya, PDS berencana mengembangkan pola kerja sama serupa untuk jenis barang bekas lain, guna memastikan aspek keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat tetap berjalan beriringan.
Editor : Zein Muhammad